Penelitian yang didanai oleh kelompok Foodwatch, yang dilakukan di Institut Riset Ekonomi Lingkungan di Jerman, membandingkan emisi gas rumah kaca antara pola makan daging versus tanpa daging. Penelitian itu menemukan bahwa emisi seorang pemakan daging selama periode waktu 1 tahun setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh mobil yang telah menempuh jarak 4.758 km. Sebaliknya, seorang vegetarian ditemukan dapat mengurangi emisi ini separuhnya. Selain itu, mereka yang vegan dapat memangkas 1/7 emisi gas rumah kaca, atau memangkas 86% emisi, sementara mereka yang menjalani gaya hidup vegan yang organik dihitung dapat memangkas 94% emisi. Penelitian ini, yang memperhitungkan sejumlah faktor seperti sumbangan metana dari hewan dan juga dari pakan serta pembuatan pupuk, menyimpulkan: “Produksi dan konsumsi, pertama-tama dan yang terutama, daging sapi dan susu harus dipangkas secara drastis.”
Gas rumah kaca dari berbagai jenis kebiasaan makan, per kapita dan per tahun yang dibandingkan dengan jarak tempuh mobil dalam kilometer*
Vegan
- 281 km Pertanian Organik
- 629 km Pertanian Konvensional
Vegetarian
- 1978 km Pertanian Organik
- 2427 km Pertanian Konvensional
Pola Makan dengan Daging
- 4377 km Pertanian Organik
- 4758 km Pertanian Konvensional
* setara dengan emisi dari BMW 118d dengan 119g CO2/km, Sumber: Pengawasan Pangan
Perbandingan Emisi Gas Rumah Kaca
berdasar Pola Makan selama 1 Tahun per Orang:
|
Emisi Pola Makan
|
Emisi Mobil
|
Reduksi
|
| Pemakan Daging |
4.758 km
|
|
| Vegetarian |
2.427 km
|
50%
|
| Vegan |
629 km
|
86%
|
| Vegan Organik |
281 km
|
94%
|
Di waktu yang lalu, saya melihat artikel Audubon “Pola Makan Rendah Karbon” dan selanjutnya menyesal bahwa saya tidak mendiskusikannya lebih jauh. Saya tidak ingin memperpanjang surat ini lebih lama lagi dan membicarakannya sekarang, tetapi inilah saat yang baik untuk memeriksa apakah Anda masih memakan hewan dan ingin berhenti. Kita harus mulai.
Penyingkapan sepenuhnya: Saya senang makan daging. Saya dilahirkan di Memphis, kota daging panggang di Galaksi Milky Way. Saya memuja masak dengan perlahan, daging babi asap pohon hickory disajikan di roti dengan saus tambahan dan sesendok salad coleslaw di atasnya.
Nafsu karnivora saya melampaui tingkat DNA. Itu dalam jiwa saya. Saya akui, bahkan kekejaman industri peternakan tidak menyentuh hati saya, seperti kebanyakan orang Amerika, saya dapat menjauhkan semua pikiran tentang apa yang terjadi terhadap daging sebelum sampai ke piring.
Jadi mengapa di dunia ini saya harus vegetarian? Mengapa saya harus menghindari daging termasuk babi yang aneh yang ada di garpu rumah saya? Jawabannya sederhana: Saya punya anak laki-laki berumur 11 tahun, dan apa yang kita taruh di atas piring kita secara langsung dapat mempercepat atau memperlambat tren pemanasan.
Dan ini kesukaan yang lainnya dan penting, bagian dari potongan:
Tetapi dengan pemanasan global, inilah kebenaran yang tidak menyenangkan tentang produk-produk daging dan susu: Jika Anda memakannya, tanpa memperhatikan asalnya dan bagaimana mereka dihasilkan, Anda berarti menyumbang terhadap perubahan iklim. Jika daging Anda berasal dari Selandia Baru atau dari halaman Anda sendiri, jika kambing Anda bukan dari ras organik atau industri peternakan, ia tetap memberikan dampak negatif terhadap pemanasan global

- Buah sebagai obat terbaik sudah menjadi fakta yang terpercaya sejak zaman dulu. Segelas jus setiap hari bisa membuat anda menjadi lebih sehat.
Begitu pula soal perawatan tubuh. Pijat atau facial wajah sudah menjadi tren sejak satu dekade terakhir. Orang-orang kini lebih waspada dengan penggunaan efek bahan kimia pada kulit. Sebagai gantinya, mereka kembali ke dapur untuk merawat wajah.
Buah mengandung hidrat yang berguna meremajakan kulit wajah. Selain aman, perawatan dengan buah juga murah meriah.
Ini dia beberapa jenis buah yang baik untuk kesehatan kulit:
Pisang
Ini adalah buah yang tumbuh sepanjang tahun. Pisang merupakan sumber zat besi, magnesium dan kalium. Pisang kaya akan vitamin A, B dan E sehingga berfungsi sebagai agen anti-penuaan. Pisang tumbuk yang dioleskan di wajah bisa melakukan ‘keajaiban’ bagi kulit Anda. Kulit pisang juga bisa memberikan efek terhadap kesehatan kulit.
Lemon
Lemon mengandung vitamin C yang baik untuk kesehatan kulit. Segelas air hangat dengan satu sendok madu dan sedikit jus lemon bisa memberikan efek yang bagus pada kulit. Lemon dapat digunakan untuk mencerahkan warna kulit.
Lemon juga bisa mengurangi bekas jerawat. Gosok bagian dalam kulit lemon untuk menghilangkan bintik-bintik gelap. Campuran lemon dan madu baik digunakan untuk pemutih alami pada wajah.
Apel
Apel memiliki manfaat yang tak terbantahkan. Apel mengandung zat antioksidan yang berfungsi mencegah kerusakan sel dan jaringan. Studi yang dilakukan oleh ahli gizi telah menunjukkan bahwa apel banyak mengandung lastin dan kolagen yang membantu menjaga kulit awet muda. Campuran apel tumbuk, madu, air mawar dan oatmeal sebagai masker dapat mengelupas sel-sel kulit mati pada wajah.
Jeruk
Jeruk kaya akan vitamin C yang meningkatkan tekstur kulit. Seperti apel, jeruk juga mengandung kolagen yang memperlambat proses penuaan kulit. Gosok bagian dalam jeruk pada kulit untuk mengencangkan wajah. Jeruk dapat dikeringkan dan ditumbuk untuk digunakan sebagai scrub alami. Jeruk juga berfungsi untuk menyamarkan noda wajah.
Pepaya
Pepaya kaya akan antioksidan dan mengandung enzim khusus yang disebut papain. Papain dapat membunuh sel-sel kulit mati dan mengangkat kotoran wajah. Minum segelas susu pepaya atau menempelkan daging buah pepaya ke wajah membuah kulit makin sehat.
Mangga
Buah lembut ini memiliki efek luar biasa pada kulit. Kaya vitamin A dan kaya antioksidan berfungsi melawan penyebab penuaan kulit. Mangga juga berfungsi meregenerasi kulit dan mengembalikan elastisitas kulit
Daging memiliki kandungan kalori yang tinggi. Fakta menunjukkan beberapa jenis daging bahkan mengandung lebih banyak kalori daripada makanan kaya karbohidrat seperti nasi, kentang, dan roti. Meskipun demikian, industri daging dan susu telah menghabiskan jutaan dolar dalam rangka mempromosikan kepercayaan bahwa gula merupakna tersangka utama kelebihan berat tubuh. Menrut hasil penelitian Departemen pertanian AS, daging babi kukus asin mengandung 6 kalori per gram ( C/g), steak ‘ T-bone’ 4,7 C/g, hamburger 2,9 C/g; sedangkan jumlah beras merah yang sama hanya mngandung 1,2 C/g, spagehetti 1,1 C/g, dan ubi 1 C/g. Kandungan kalori sayuran jauh lebih kecil lagi. Untuk berat yang sama, wortel mengandung 0,4 C/g dan labu 0,3 C/g. Bukti bahwa daging dapat menggemukkan telah ditunjukkan dalam ribuan penelitian terpisah. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan sarat kalori seperti daging dapat menyebabkan kelebihan lemak tubuh, yang dikenal dengan istilah obesitas. Orang yang gemuk memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, kencing manis, kelainan hati, penyakit kantong empedu, kanker, arthritis, dan hampir semua penyakit degeneratif lain yang menjangkiti manusia modern. Remaja gemuk memiliki harapan hidup 15 tahun lebih pendek dari pada remaja dengan berat tubuh normal. Persentase kematian bayi juga lebih tinggi jika dilahirkan ibunya yang gemuk

- Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Ketika Anda memakan 1 porsi daging sapi, berarti Anda menghabiskan makanan 16 orang.
- Di satu pihak, orang-orang di negara maju memakan daging dan menderita obesitas, kolesterol tinggi dan gangguan penyakit yang berkaitan, sementara di pihak lain orang-orang di negara dunia ketiga, negara miskin tidak mempunyai cukup makanan untuk dikonsumsi.
- 40.000 orang mati kelaparan setiap hari.
- Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari 80% jagung dan 95% gandung dijadikan pakan ternak, bukan diberi makan kepada orang yang kelaparan.
- 75% dari total impor jagung, barley dan sorghum oleh negara dunia ketiga dijadikan sebagai pakan ternak untuk membuat hamburger yang murah, bukan diberi makan kepada orang yang kelaparan.
- Jumlah padi-padian dan kacang kedelai yang dijadikan pakan ternak di Amerika Serikat dapat memberi makan 1,3 Miliar manusia.
- Hanya satu jenis hewan ternak sapi saja di dunia telah menghabiskan makanan yang jumlahnya dapat memberi makan kepada lebih dari seluruh penduduk dunia.
- Sepanjang sejarah manusia, belum pernah terjadi kasus manusia kekurangan gizi (malnutrisi) dan kelebihan berat badan (obesitas) dalam jumlah yang sangat besar seperti sekarang ini.
- Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Coba bayangkan, apa yang terjadi terhadap yang 15 kg lainnya.
- Hewan ternak membuang kotoran yang banyaknya lebih dari 130 kali kotoran manusia.
- Industri daging adalah penyebab utama (terbesar) polusi pada air yang sangat kita butuhkan.
- Kontaminasi air, penyakit dan kematian telah dan sedang terjadi di tempat-tempat dimana peternakan beroperasi dan terkonsentrasi.
- Emisi gas metana dari kotoran hewan ternak memberikan kontribusi secara besar-besaran terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global dengan efek 25 kali lebih kuat daripada gas karbondioksida.
- Amonia dari limbah hewan dan pupuk ikut menjadi penyebab terjadinya hujan asam yang membunuh tanaman dan kehidupan di laut.
- Dibutuhkan lebih dari 25.000 liter air untuk memproduksi 1 kg daging sapi.
- Dibutuhkan air 200 kali lebih banyak untuk memproduksi 1 kg daging sapi daripada 1 kg kentang.
- Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Begitu banyak lahan tanah yang dibutuhkan bagi hasil panen untuk dijadikan pakan ternak, bukan untuk makanan manusia.
- 30 % lahan tanah di Amerika Serikat digunakan sebagai lahan merumput bagi hewan ternak sapi untuk kemudian dibunuh.
- 260 juta acres (1 acre = 0,4646 h) lahan tanah di Amerika Serikat telah dibuka untuk menanam tumbuhan yang akhirnya dijadikan sebagai pakan ternak.
- 75% lapisan atas tanah di Amerika Serikat telah hilang / rusak dikarenakan erosi, dan industri daging bertanggung jawab secara langsung sebanyak 85% terhadap kehilangan / kerusakan ini.
- Pada 1999, the Union of Concerned Scientists mengumumkan bahwa pola makan daging merupakan salah satu kegiatan yang termasuk paling merusak lingkungan seperti halnya mobil dan truk.
- Cintailah Semua Kehidupan!
- Bergabunglah bersama kami dalam kegiatan vegetarian di bidang pendidikan, penerangan, pameran, penelitian, pencarian dana, sponsor, kegiatan/bakti sosial, demo masak, kesehatan dan kemanusiaan/kehidupan yang baik, etika, peduli lingkungan.
Drs.Susianto
Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society (IVS)
Sekretaris Jenderal Asian Vegetarian Union (AVU)
Koordinator Asia Pasifik International Vegetarian Union (IVU)
Referensi:
1. Loma Linda University. 2003, Nutrittion & Health Letter, USA.
2. Jensen, B. 2000, Juice Therapy, USA.
3. Teo, C.K.H. 2001, Food and Cancer, Cancer Care, Malaysia.
4. Vegetarian Society, Singapore.
5. International Vegetarian Union, UK (www.ivu.org).
6. People for the Ethical Treatment of Animals, USA (www.peta.org)

Jika kita tidak makan daging, maka tidak ada orang yang membunuh, tidak ada yang beternak sapi, dan semua makanan akan berada pada tempatnya sehingga mereka dapat memakannya untuk menjadi sehat dan kuat. Hal ini sangat baik untuk semua negara, termasuk negara kita. Banyak waktu dan uang yang dibuang hanya untuk membuat senjata dan beternak hewan. Banyak tanah subur yang disia-siakan hanya untuk beternak sapi, babi, dan sebagainya. Jika kita menggunakan tanah ini untuk menanam makanan yang bermanfaat dan sehat, maka saya kira setiap negara nantinya akan mendapatkan manfaat yang lebih besar dan atmosfer negara kita juga akan lebih damai sehingga kita tidak memerlukan angkatan bersenjata lagi.
Jika semua negara hidup sesuai dengan Alkitab, sesuai dengan ajaran Buddhis, “Jangan membunuh, jangan mencuri”, dan sebagainya; maka dunia tidak perlu menyelenggarakan berbagai konferensi perdamaian lagi; tidak perlu menyia-nyiakan sedemikian banyak kopi, sampanye, dan kue-kue dalam diskusi meja bundar yang tidak berguna. Semakin banyak kita berbicara tentang perdamaian, semakin banyak perang karena kita tidak konsisten. Jika semua orang berlatih meditasi dan mengonsumsi makanan sehat tanpa pembunuhan, maka dunia sudah lama damai dan tidak ada kelaparan. Tidak perlu memberikan apa yang kita miliki, hanya dengan meninggalkan diet hewani. Itu sudah cukup bermanfaat untuk menyelamatkan dunia, kesehatan, serta negara Anda sendiri
Apakah menjadi vegetarian adalah keharusan bagi umat Buddha?
Dalam ajaran Buddha, menjadi vegetarian atau tidak tergantung sepenuhnya pada pribadi itu sendiri. Apa yang ditekankan dalam ajaran Buddha bukanlah kemurnian dari makanan, tetapi kemurnian pikiran. Tentu saja banyak umat Buddha yang kemudian menyadari kekejaman yang terlibat dari konsumsi daging, yang tidak lebih dari daging binatang malang. Banyak yang berhasil dalam mengakhiri nafsu keinginan dan keterikatan pada konsumsi daging, dan pada akhirnya menjadi vegetarian atas kehendak mereka sendiri. Akan tetapi, apabila menjadi vegetarian tidak sesuai atau terlalu sulit, maka ambillah jalan dimana Anda merasa nyaman dengannya. Meskipun demikian, menjadi vegetarian sekurang-kurangnya sekali atau dua kali dalam sebulan adalah cara yang baik dalam mempraktekkan belas kasih pada semua makhluk hidup, dengan kesadaran menghadari daging setidaknya pada hari itu.
Mengapa sebagian bhikkhu makan daging?
Buddha menolak larangan makan daging diantara pengikut Beliau. Beliau memiliki alasan yang sangat praktis dalam hal ini. Karena sayur-sayuran tidak cukup tersedia di beberapa area, atau bisa jadi sangat langka pada musim kering. Sebagai contoh, sayuran sangat terbatas di daerah seperti Tibet. Para bhikku bertahan hidup dengan cara meminta sedekah – pindapata – dan apabila meminta sedekah hanya dibatasi pada sayur-sayuran, maka hal ini bisa menjadi beban besar bagi umat awam yang mendukung para bhikku. Jadi, para bhikku makan apa saja yang diberikan kepada mereka, bahkan jika itu daging, sepanjang binatang tersebut tidak secara khusus dibunuh untuk mereka. Dewasa ini, walaupun banyak bhikkhu dan vihara memiliki pilihan untuk makan sayur-sayuran. Namun, harus diperhatikan bahwa sebagian besar bhikkhu dalam tradisi Mahayana adalah vegetarian ketat. Daging tiruan adalah makanan popular vegetarian yang terbuat dari ketan, kacang kedelai atau jamur yang meniru tampilan dan rasa dari daging asli. Umat Vegetarian Buddhis terkadang dituduh munafik karena mereka mengaku menghindari daging namun makan segala jenis daging tiruan. Kaum vegetarian umumnya tidak berkeinginan untuk mengkonsumsi sesuatu yang melibatkan penderitaan dan pembunuhan dari hewan yang malang. Jadi mereka tidak memandang daging tiruan sebagai ‘daging’ tetapi hanyalah sesuatu yang memberikan keragaman makanan. Daging tiruan pada awalnya diproduksi untuk menarik non vegetarian pada makanan vegetarian. Misalnya, daging tiruan tersebut dapat dimakan oleh pemakan daging yang ingin menjadi vegetarian, berhubung makanan tersebut memudahkan transisi menuju vegetarian penuh. Dalam kasus apapun, makan daging tiruan masih jauh lebih baik dari makan daging binatang hidup.
Buddha : ” semua makhluk mencintai kehidupan, semua makhluk mencintai kebahagiaan. Dengan diri sendiri sebagi perbandingan, kamu tidak seharusnya melukai, atau membunuh, atau menyebabkan luka atau terbunuhnya makhluk lain”
Tidak! Setelah diteliti secara seksama para ilmuwan berkesimpulan bahwa nenek moyang manusia pada jaman purba itu merupakan kelompok pemakan tumbuh-tumbuhan. Mereka hanya memakan daging pada jaman es akhir, ketika makanan yang bisa mereka makan seperti buah-buahan, kacang-kacangan dan tumbuh-tumbuhan sukar didapatkan, manusia purba itu terpaksa memakan daging untuk mempertahankan kehidupan mereka. Sayang sekali kebiasaan makan itu melanjut setelah zaman es berlalu, mungkin karena memang dibutuhkan (seperti pada bangsa Eskimo dan suku-suku bangsa yang hidup jauh di utara), atau karena kebiasaan, atau karena kekurangan pengetahuan tentang makanan. Akan tetapi, disepanjang sejarah, telah banyak sekali terdapat individu dan group-group yang menyadari kepentingan diet yang murni untuk kesehatan, untuk kejernihan mental, atau untuk peningkatan kesadaran spiritual dan karena itu mereka tetap vegetarian
Jika anda makan daging berarti telah membunuh atau menyebabkan pembunuhan, serta bersenang-senang di atas penderitaan dan kematian makhluk lain. adalah sangat tidak adil jika kepuasan lidah sebatas kerongkongan diperoleh melalui jeritan derita dan pembantaian nyawa makhluk lain.
Ada 3 bentuk pembunuhan:
1. membawa daging atau memintanya.
2. memotong anggota tubuh makhluk
3. membeli / menjual/ memasak/memakan daging.
Jumlah ternak yang dibantai di seluruh dunia untuk dikonsumsi manusia, setiap tahunnya mencapai 13 milyar kehidupan!( 7 milyar di AS, 30 juta di Swiss, selebihnya diberbagai belahan bumi lainnya). Jumlah hewan mamalia yang dibunuh untuk memuaskan nafsu mulut manusia, setiap tahunnya mencapai 1,8 milyar kehidupan! Jumlah hewan unggas dan burung yang dibunuh manusia setiap tahunnya mencapai 22,5 milyar kehidupan! Jumlah binatang laut setiap tahunnya mencapai ribuan milyar setiap tahunnya.
Akibat ulah manusia, setiap kali munculnya wabah penyakit ” Ebola”, ” Sapi gila”, ” Babi gila’, “Virus flu burung”, “SARS”, dsb, maka selalu diikuti dengan pembantaian massal semua hewan didaerahnya.
Selama wabah H5N1 berlangsung di Hongkong pada tahun 1997, kontrol ketat dilakukan dengan memusnakan 1,5 juta lebih ekor ayam saat itu.
The Humanities of Diet: Dirumah jagal, bangkai-bangkai tak berkepala demikian kaku dan menakutkan, masih terdengar bunyi gemeretak gergaji-mesin memotong tulang beulang, dengan dengkul dan daging yang terpootng-potong, gumpalan-gumpalan darah yang baunya memualkan, bunyi parang yang mencabik-cabik merupakan tangis protes yang berkelanjutan terhadap kebrutalan makan daging.
Di dekatnya ada toko buah, sayur dan palawija dengan pemandangan yang indah membahagiakan, mengingatkan kita bahwa vegetaris merupakan satu-satunya jenis makanan yang cocok dengan keseluruhan aspek hidup manusia.
Plutarch, 46- 120 Sm, penagrang dan sejarawan Besar berkata: ” Manusia membunuh hewan, menyaksikan makhluk yang menguak, menjerit dan mengelepar ketika ditarik. diseret dan dibunuh, melihat darah yang baunya memualkan terus mengalir dari badan-badan yang disembelih, dikupas, dan digiling, smua kekotoran ini sangat menjijikkan perasaan, apalagi memasukkan sebagian mayat tersebut kedalam mulutnya, juga meneguk darah bangkai tersebut tetapi memberikan nama kepada bagian bangkai tersebut sebagai daging/ makanan enak? Sungguh rakus dan gila ! padahal tersedia buah-buahan, sayur-mayur dan palawija sebagai bahan makanan yang sebenarnya dengan jumlah yang berlimpah untuk kehidupan manusia! Kalau ular, macan dan singa disebut yang kotor bermandikan darah? Yang dibunuh oleh hewan buas adalah makanan Anda sehari-hari, lebih kejam, lebih buas dan brutal! Anda hendak melawan alam dan mneganut hukum rimba yang lebih biadab, jauh lebih brutal dari hewan buas! Sehari hari anda menikmati pembunuhan secara sadis, turut menyiksa dan membantai nyawa makhluk hidup untuk diolah, dikunyah dan ditelan ke dalam perut anda sebagai kuburan massal!”
Suatu hari Roh para hewan menhadapi Raja Yama, mengadakan para penjagal yang telah membantai dan menyembelih mereka. Raja Yama pun menangkap Roh penjagal dan diadili di neraka.” Kamu seharusnya bisa hidup samapi 75 tahun, tetapi karena melakukan banyak dosa kejahatan pembunuhan, maka umurmu dikurangi sehingga usiamu hanya 45 tahun!”.
” Saya tak terima! saya tak berdosa ! saya hanya menuruti keinginan para pernakan pemakan daging;kalau mereka tak makan daging, mana mungkin saya membunuh? Karena mereka ingin makan daging, maka hewan-hewan itu dibunuh!” begitulah si penjagal menolak tuntutan.
Raja Yama lalu menangkap Roh seorang pemakan daging dan diadili di Neraka.” Kamu seharusnya bisa hidup sampai usia 80 tahun, tetapi karena terlalu suka makan daging, menciptakan dosa kejahatan pembunuhan makhluk yang tak terhitung, maka diusiamu yang baru 60 tahun sudah diakhihri dan diadili!”
“Saya protes! saya cuma makan, tidak membunuh hewan-hewan, jadi saya tiada hubungannya dengan dosa kejahatan pembunuhan. Karena ada penjagal seperti dia yang menyembelih hewan, maka saya pun memakan daging; kalau dia tidak sembelih hewan, mana mungkin daging?” demikian bantahan si pemakan daging untuk menyangkal dosanya.
Akhirnya Raja Yama mengetuk palu untuk memutuskan. ” Karena kamu ingin makan daging, maka dia menjagal hewan. Karena kamu telah menyembelih hewan, maka dia makan daging. Kalau kamu tidak menjagal hewan, dia pun tidak makan daging. Antara makan daging dan menyembelih hewan, keduanya memiliki dosa kejahatan yangn sama besarnya!”
Sadarlah wahai manusia bijak, bahwa setiap potong daging di sajikan di atas piring merupakan hasil berbagai siksaan yang kejam dan teramat sadis!
Laporan Yayasan Pemerhati ladang ternak:
Sapi kecil begitu terlahir sudah dipisahkan dari induknya, tak berkesempatan meneguk air susu pertama dari induknya. Dalam kondisi sadar, tidak dibius, langsung dikebiri ! Rasa sakit yang luar biasa dashyat terus berlangsung selama setengah jam, kemudian baru mencapai kondisi mati rasa karena telah mencapai puncak kesakitan, sehingga sekujur tubuh anak sapi itu mengejang secara ekstrim! Kemudian karena manusia ingin menikmati daging yang lunak lembut ( veal) dalam jumlah paling banyak dari seekor anak sapi yang mencapai berat maksimal dalam waktu paling singkat, dan agar mendapat keuntungan terbesar dalam industri daging, maka seluruh hidup anak sapi harus dihabiskan dalam kungkungan sempit jeruji besi yang lebarnya hanya 55 cm dan panjang yang kurang dari 1,5 meter ! Sedemikian himpitnya ruang hidup anak sapi sehingga ia tak mampu berbaring secara wajar ! Kandangnya dibiarkan tanpa cahaya yang cukup, juga tak diberikan penerangan sama sekali, gelap gulita, dengan demikian akan mengurangi aktivitas mereka. Demikian kelamnya dalam jangka waktu lama sehingga mata mereka pun buta ! Tiada makanan padat cukup serat bagi mereka unutk dikunyah dan dinikmati. Sengaja diupayakan agara kondisi tubuh mereka kekurangan darah ( anemia), demi diperoleh daging empuk seperti kondisi dalam kandungan. Dengan memberinya pakan yang tidak mengandung zat besi, demikian hingga anak sapi tak bisa berjalan atau bahkan menyokonh berat badannya sendiri ! Mereka juga harus menderita berkepanjangan karena penyakit yang merongrong sistem pencernaan dan pernapasan mereka. Perlakuan lainnya : leher setiap anak sapi dirantai untuk mencegah mereka membalikkan badan atau bergerak, demikian maka tidak terbentuk otot-otot yang kenyal / keras, juga agar mereka tidak menjilati air seni mereka sendiri yang mengandung zat besi ( anak sapi yang kekurangan zat besi, secara insting akan minum air seni sendiri). Anak sapi hanya diberi pakan cair, yang terdiri gizi dan obat-obatan prangsang pertumbuhan, tanpa diberi minuman air ! Bahkan temperatur ruang kandang mereka diatur cukup tinggi, agar mereka terus keringatan dan merasa haus, sehingga terpaksa memakan pakan cair tersebut lebih banyak lagi. Dalam lingkungan yang gila dan mengerikan ini, sering ditemukan anak sapi yang mati satu diantara sepuluh ekor yang dikurung dalam 15 minggu. Dengan perlakuan demikian, industri peternakan mendapatkan daging lunak lembut ( veal ) dari setiap ekor anak sapi seberat 180 kg ! ( Bandingkan dengan berat badan anak sapi yang normal cuma 27 kg ! ).
Ayam pun dikurung dalam kandang teramat kecil, berhimpit-himpitan, tiada ruang yang cukup unutk bergerak. Sebagiaan besar ayam ternak mengalami cacat kaki, mata terluka dan bahkan menjadi buta akibat saling patuk yang dipicu stress berlebihan. Ada yang mengalami cacat otak, stroke, tiada semangat hidup, pendarahan organ dalam, paruhnya pecah, tulangnya keropos, dll. Semua ini adalah penyakit umum ayam ternak. Patuknya ditumpulkan; bulunya dicabut untuk memicu proses bertelur kembali, dipaksa makan berlebihan pada siang dan malam hari; tetapi saat menjelang dipotong, selama 30 jam tak diberi makanan, karen apakan yang dihabiskan itu tidak akan menghasilkan daging.
Hewan ternak zaman modern, seumur hidupnya mengalami penyiksaan yang amat keji, hidup dalam ketakutan ditengah suasana yang mencekam, bahkan terus terdengar suara jeritan mereka memohon belas kasihan. trauma yang dialami mereka berkelanjutan tiada henti sampai babak terakhir hidup mereka. Kehiudpan mereka selalu dijalani dengan perasaan galau dan pebuh kecemasan yang ekstrim menuju kematian.( The Ethics of Vevetarianism).
Annie Lennox: Bagi saya, jelas sekali bahwa binatang binatang yang sedang disembelih dalam jumlah yang mengerikan, berjuta-juta. Kita jijik terhadap pembunuhan, tetapi entah karena apa, kenyatan ( pembunuhan) demikian belum dirasa oleh masyareakat umum, bahwa binatang-binatang sedang menderita ditangan kita sendiri, dalam keadaan yang paling mengerikan. Hak apakah yang kita miliki hingga menyiksa mereka seperti itu? Kini saya merasa bahwa seseorang tidak bisa sepenuhnya memiliki kasih sayang bila ia tidak menjadi seorang vegetarian. Dengan menjadi seorang vegetarian, maka ia berhenti terlibat dalam pembunuhan