Sepotong Daging Menghancurkan Cinta Kasih   2 comments

Buddha Sakyamuni semasa hidup pernah menyampaikan demikian : Berkalpa masa yang lalu, ada seorang pembina yang bernama Orang Suci Prajna Cemerlang. Pembina ini berkemampuan tinggi dan memiliki kearifan yang luar biasa. Dengan penuh ketulusan, beliau mengamalkan cinta kasih, belas kasihan dan sukacita serta rela berkorban untuk membimbing umat manusia. Ia meneguhkan tekad bahwa suatu saat nanti, kalau dirinya mencapai kesempurnaan maka nama kesuciannya adalah Maitreya = Maha Kasih yang membahagiakan). Kehidupan duniawi pun ditinggalkan dan pergilah ia ke rimba belantara untuk membina diri. Orang-orang di sekitar memanggilnya dengan sebutan ‘ Pembina Suci’. Tibalah pada suatu tahun, hutan tempat Pembina Prajna Cemerlang ini membina dilanda banjir yang dashyat. Semua tetumbuhan dan palawija rusak dilanda banjir. Dalam keadaan demikian semua orang dan binatang di sekitar hutan tersebut amat kekurangan makanan. Demikian juga dengan Sang Pembina, sudah tujuh hari beliau tak mendapat makanan apapun untuk mengisi perut. Saat itu dalam hutan hiduplah lima ratus ekor kelinci hutan. Ratu kelinci melihat Sang Pembina sudah hampir mati kelaparan, ia langsung terpanggil untuk berkorban diri demi kelangsungan hidup Sang Pembina dan mempertahankan roda dharma agar dapat terus berputar di dunia. Ratu kelinci pun mulai meninggalkan pesan kepada kelinci-kelinci yang sebentar lagi harus ditinggalkannya,” Aku akan mengorbankan raga demi Buddha Dharma, nanti setelah kita semua berpisah, jagalah diri baik-baik!” Pada waktu yang sama dewa hutan dan dewa pohon langsung datang membantu menyiapkan api unggun. Untuk terakhir kali ratu kelinci meninggalkan pesan kepada anaknya,” Sebentar lagi mama akan meninggalkanmu, anakku. Biarlah aku mati demi kelangsungan hidup Pembina dan kelanjutan penyebaran Buddha Dharma. Semoga dengan demikian akan semakin banyak umat manusia yang diberkahi dan mencapai pencerahan. Anakku, jagalah dirimu baik-baik!” Tak disangka anak kelinci menjawab,” Mama, berkorban diri demi seorang Pembina dan Buddha Dharma, sungguh ini adalah perbuatan yang mulia, aku pun ingin melakukannya.”

Tiba-tiba datanglah dewa hutan dan dewa pohon untuk menyampaikan bahwa api unggun telah siap dan api telah berkobar. Di luar dugaan, anak kelinci langsung,” Wuubb!” Ternyata ia mendahului induk kelinci melompat ke dalam api yang berkobar itu. Induk kelinci segera menyertainya melompat ke dalam kobaran api juga. Tak berapa lama daging dua ekor kelinci pun terbakar matang. Dewa hutan segera pergi menyampaikan peristiwa ini kepada Sang Pembina dan mempersilakan baliau menyantap daging kelinci bakar. Begitu mendengar penyampaian dewa hutan, sedih pilu tak terkira dalam hati Sang Pembina. Detik itu juga Sang Pembina berdiri dan meneguhkan ikrar suci yang mengugah semesta,” Biarlah ragaku luluh lantak, biarlah sakit derita menyayat diriku, selama-lamanya aku tak akan tega memakan daging makhluk hidup manapun juga.” Yang dimaksud disini adalah walaupun diri sendiri menderita bahkan kehilangan nyawa, selamanya tetap tak tega memakan daging makhluk hidup manapun. Selanjutnya beliau juga berikrar,” Semoga aku selama berkalpa-kalpa kehidupan tak pernah timbul niat pembunuhan dan selamanya aku akan mengamalkan sila pantang daging. Demikianlah aku berjuang memancarkan mahakasih hingga mencapai kesempurnaan.” Setelah meneguhkan ikrar yang mahaluhur ini, Sang Pembina yang segera mati kelaparan pun langsung melompat ke dalam kobaran api dan wafat bersama kedua ekor kelinci. Buddha Sakyamuni bersabda,” Saat itu induk kelinci adalah diriku sendiri. Anak kelinci adalah anakku Rahula, dan Sang Pembina yang penuh kasih adalah Buddha Maitreya.

Jelaslah bahwa selama berkalpa kehidupan yang lalu Sang Maitreya membina diri dengan cara tidak memakan daging makhluk hidup. Buddha Maitreya adalah Perintis Pertama Vegetarian Sedunia. Sampailah kini kita meneladani Buddha Maitreya sebagai Sang Pengasih dan terus memupuk inti jiwa yaitu Hati Maha Kasih. Maha Venerable Thay Shii : Maitreya adalah marga seorang Bodhisatva. Terjemahan makna Maitreya adalah MahaKasih yang membahagiakan ( Bahasa Sansekertanya : Maitri ) Bodhisatva Maitreya menjadikan MahaKasih sebagai marganya. Baliau memiliki sebab jodoh yang maha agung. Bukan hanya panggilan Ikrar Baliau bermula dari Maha Kasih, setelah mencapai Kesempurnaan pun bernama Maitreya. Pribadi luhur Beliau adalah MahaKasih yang membawakan kebahagiaan. Sebagai Bodhisatva yang tentu memiliki Sifat Agung Maitri dan Karuna (MahaKasih yang melenyapkan derita), Bodhisatva Maitreya tuntas sempurna memancarkan Maitri (MahaKasih yang membahagiakan). Dalam Sutra Vipassana Herdaya tercatat bahwa,” Yang Agung Bodhisatva Maitreya bermarga MahaKasih yang membahagiakan, sejak awal pertama membina diri telah berikrar tidak memakan daging.” Beliau memandang JatiDiri semua makhluk adalah sama rata agungnya, berprinsip : ” Ragaku dengan raga semua makhluk, terlihat berbeda, nama pun berbeda, tetapi pada dasarnya adalah Esa ! ”. Siapa pun yang tidak makan daging, memiliki jodoh yang erat dengan Maitreya.

Brokoli adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan. Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut di kelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol berwarna kuning. Cara terbaik dalam mengolah brokoli adalah dengan cara dikukus. Hal ini bertujuan agar segala vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang, selama proses pemasakan. Merebus brokoli akan menghilangkan 50% asam folat yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, jika ingin mengolah brokoli dengan cara direbus, sebaiknya brokoli tidak usah di rebus terlalu lama, kira-kira tidak lebih dari 5 menit. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafain, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker. Selain itu, brokoli mengandung senyawa Isotiosianat yang sebagaimana Sulforafana di tengarai memiliki aktivitas antikanker 🙂

Iklan

Posted November 8, 2010 by Happy 24 Jam in Uncategorized

2 responses to “Sepotong Daging Menghancurkan Cinta Kasih

Subscribe to comments with RSS.

  1. ^_^

    salam kenal …

  2. Makan dengan sekedarnya, tidak berlebihan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: