Sepotong Daging Tidak dianjurkan Oleh Para Suci   Leave a comment

Konfusius, Nabi Agung Pendiri Agama Khonghucu : Hati-hatilah, ada 3 hal yang dipantang : makan daging, berperang dan hidup tak benar hingga sakit. Sila Pertama dari Pancasila Buddhis : Jangan membunuh! (Hindari pembunuhan atas semua makhluk). Maha Parinirvana Sutra : Mahakasyapa bertanya kepada Sang Buddha : ” Mengapa daging tidak boleh dimakan?” Sebab, makan daging memutuskan benih cinta kasih.”, jawab Sang Buddha. Kemudian ditanya lagi,” Mengapa dulu kami mendengar ada 3 syarat daging yang boleh dimakan?” Sang Buddha kemudian bersabda :” Semua syarat itu hanya untuk sarana latihan agar orang berangsur-angsur melepaskan makanan daging. Mahakasyapa, mulai sekarang aku perintahkan bahwa para siswaku tidak boleh makan segala jenis daging makhluk.” Injil Essene Yahya (Naskah Asli Sabda Yesus yang dicatat dengan bahasa Arama, tersimpan di perpustakaan vatikan) :” Daging binatang yang disembelih, di dalam tubuh pemakannya akan menjadi isi kuburan pemakan itu sendiri. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, orang yang membunuh akan dibunuh, barang siapa yang makan daging binatang yang disembelih, berarti ia makan dari tubuh maut. Kematian mereka akan menjadi kematiannya. Karena upah dosa adalah maut.” Jangan membunuh maupun makan daging dari mangsamu yang tak berdosa agar kau tidak menjadi hamba iblis.” Daging dan darah itu menghidupkan, janganlah kau makan! Alkitab, Roma 14 : 21, Rasul Paulus menulis surat kepada bangsa romawi,” Adalah baik sekali untuk tidak makan daging”. Yajur Veda Samhita 12.32 : Tubuh dari semua makhluk Tuhan adalah pemberian Tuhan, sesama makhluk Tuhan tidak boleh membunuh, baik mereka manusia, binatang, atau apapun. Pendeta Dr. Albert Schweitzer : Agama apapun yang tidak berlandaskan pada sikap menjunjung hak hidup semua makhluk, bukanlah agama yang sesungguhnya …… kecuali umat manusia dapat mengembangkan perhatian kasihnya sampai kepada semua jenis makhluk hidup, jika tidak, maka manusia tidak akan menemukan kedamaian. Peter Singer, Dosen Filsafat di Monash University, Australia : Kita sangat sulit menerima kenyataan, bahwa makhluk mulia penuh perasaan dan sensitif ciptaan agung Tuhan, hanya dijadikan sebagai hewan yang di siksa, disembelih dan terbantai di tempat jagal! Abrahan Lincoin, Presiden Amerika Serikat : Saya tidak mendukung agama apapun yang hanya bermanfaat bagi manusia secara pribadi tetapi tidak peduli kepada hewan seperti kucing, anjing, dan sebagainya. Isaac Bashevis Singer (Pemenang Hadiah Novel) : Kita semua makhluk Tuhan. Kalau kita berdoa kepada Tuhan untuk memohon karunia dan keadilan sambil sambil terus makan daging binatang yang dipotong untuk kita, maka ini merupakan kejanggalan. Dalai Lama : Saya tidak mengetahui alasan apa yang membuat hewan harus dibunuh untuk dijadikan bahan konsumsi umat manusia. Sesungguhnya, manusia akan terus hidup sehat sampai tua tanpa daging hewan. Anna Sewell : Tiada Agama yang tidak penuh cinta kasih. Banyak orang membincangkan betapa sukanya mereka pada agama sendiri. Tetapi jika agama ini tidak mendidik orang-orang agar mengasihi hewan sama seperti mengasihi manusia, maka semua itu adalah kemunafikan. Kitab Suci Al Qur’ an, Al Maidah ayat 5 :” Kamu dilarang memakan bangkai, darah, daging babi, hewan yang mati secara alami, hewan yang dipukul / dibunuh / disembelih / diracuni, hewan yang pernah dimangsa satwa lain, dan hewan yang mengalami musibah. Semua pelanggaran ini adalah dosa. Jangan dimakan!”. Murid paling terkemuka dari Nabi Muhammad, kemenakannya sendiri, menasehati murid-muridnya yang senior : ” Jangan jadikan perut kalian itu kuburan binatang!”. 🙂

Iklan

Posted Desember 3, 2010 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: