Sepotong Daging dari Rumah Sakit Jiwa   Leave a comment

Baskin – Robbins : Setelah memakan daging dari hewan yang kita siksa dan bunuh, apakah pengalaman hidup mereka akan terserap dan menyatu dengan kehidupan kita ? Dewasa ini umat manusia sering merasakan bahwa Bumi kadang seperti ” rumah sakit jiwa sejagad ”, lalu dengan mengkonsumsi bahan makanan dari ” sistem produksi pangan gila”, apakah akan menambah parah perasaan kita tentang ” rumah sakit jiwa sejagab” Bumi ini? Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah melawan Hukum Alam, sekaligus Hukum Allah. Sapi dan domba aslinya herbivora. Dalam industri modern, mereka dipaksa menjadi karnivora, bahkan kanibal. Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta cacing, tetapi mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak yang karnivora pun tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah memaksa ayam dan itik menjadi kanibal. Bahkan anak ayam yang baru menetas (DOC) pun harus hidup-hidup menjalani penggilingan untuk dimakan oleh  induk-induk mereka. Ini sudah lebih sadis dibandingkan kisah sodom dan Gomora. Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, tampaknya konsumen kurang jeli melihat ( atau tak menduga ) sosis ( sapi dan ayam ), nuggets (ayam) dan kornet (sapi), yang dikonsumsi sebenarnya bukan dari daging sapi, tetapi limbah tulang belulang. Limbah rumah pemotongan hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan limbah berupa tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan sedikit daging yang masih melekat. Tulang kerasnya dipisahkan dan disebut MBM atau meat and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri pakan ternak, termasuk unggas.

Peternakan telah berevolusi menjadi industri intensif dan pabrik daging. Ayam yang biasanya bergerak bebas di tempat terbuka, dipindahkan ke kurungan sempit dan tertutup seperti penjara. Insting alami seperti mengais tanah, merentangkan sayap, dsb, tidak pernah dijalani. Dalam lingkungan yang direkayasa dengan segala cara yang ekstrim, dalam kondisi yang sangat tertekan, serta mengalami perlakuan yang kejam, karena depresi parah maka ayam-ayam akan saling mematuk dan membunuh. Naturalis Texas : Roy Bedichek, mengatakan bahwa ayam-ayam tersebut tampaknya menjadi gila, dan kandangnya praktis menjadi rumah sakit jiwa. Seorang wartawan dari Harian Upstate menyebut ayam-ayam itu histeris. Demikian proses yang hampir sama gilanya dialami setiap hewan ternak seperti diuraikan di bagian depan sebelum ini. Dengan memakan produk hasil agroindustri peternakan bersistem gila demikian, bagaimana akibatnya? Hewan-hewan yang penuh sakit, seluruh hidup mereka yang tragis dan mengerikan, apakah telah berbaur dan menyatu dengan kehidupan kita sendiri? Kini di dunia ada jumlah tak terkira manusia yang mengalami berbagai penyakit, bertemperamen tinggi, menderita depresi ringan hingga parah bahkan gangguan jiwa, hingga setiap menit di muka Bumi ini ada satu orang yang mati bunuh diri akibat depresi maupun tekanan kejiwaan. Penderitaan demikian, bukanlah serupa dengan neraka nyata dunia hewan? Apakah kita telah menerima pola hidup yang tak dapat diterima oleh para hewan tersebut ? 🙂

Iklan

Posted Februari 1, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: