Sepotong Daging penuh dendam Kesumat   1 comment

Zen Master Yen Ing : Selama ratusan ribu tahun, rebusan daging di dalam periuk, telah meluapkan kebencian dan rasa dendam kesumat bagai samudera tak bertepi. Jika engkau ingin tahu mengapa terjadi bencana peperangan dan pertempuran di dunia ini, dengarkan jeritan-jeritan yang menyayat hati di tengah malam di lokasi penjagalan. Dari seekor ayam hidup, berubah menjadi sepotong daging, prosesnya dimulai dari merontanya ayam ketika mengetahui bahaya maut yang mengancamnya di depan mata, ia pun berteriak-teriak minta tolong, saat lehernya dicekik, sang ayam akan meronta-ronta hingga kehabisan tenaga, bulu di bagian lehernya dicabut, lehernya disayat dengan pisau yang tajam, sehingga darahnya tersembur, seluruh badannya menggelepar, kedua sayapnya terus dibanting-banting, kedua cakar-kakinya menendang-nendang dalam kekejangan penuh kesakitan, sambil berteriak berupaya dengan segala cara untuk menghindari penyiksaan dan penyembelihan ini, suaranya terputus dengan jeritan yang keras, bagaikan protes keras yang disampaikan saat menjelang ajal kepada Sang Pencipta, dalam kondisi luka parah yang teramat dalam dan nafas yang belum putus, ayam yang menggelepar penuh kesakitan masih harus diceburkan ke dalam air yang mendidih, kesakitan yang dirasakan menusuk ke dalam semua tulang sum-sumnya, sehingga Roh yang mengalami trauma dahsyat ini menjadi shock berat hingga terpental keluar dari tubuh ayam, setelah beberapa saat direbus hidup-hidup dalam air panas, kemudian barulah ayam tersebut mati total sebagai bangkai mayat. Kemudian masih dilanjutkan dengan pencabutan seluruh bulu ditubuhnya hingga telanjang bulat, dilanjutkan dengan tikaman pengurasan seluruh isi perut, lalu pemotongan dan pembelahan seluruh bagian dan organ tubuhnya, diikuti dengan pemberian berbagai bumbu perih dan cabai pedas, lalu masih harus diceburkan ke dalam minyak yang mendidih, setelah itu diletakkan di atas piring untuk disantap. Anda masih dengan penuh senyum menamakan sepotong daging ini sebagai ‘ ayam goreng kalasan ‘. Kemudian dengan rakusnya Anda melahap jenazah tersebut ! Selesai makan, sambil menepuk perut dan berkata,” Sungguh enak ! Benar-benar ayam yang bagus !” (Padahal ayam mati penuh bau bangkai). Demikian proses yang hampir sama dialami setiap hewan ternak. Dari semua inilah terwujud permusuhan dan dendam kesumat antara sesama makhluk hidup.

Peribahasa berkata : Semut pun mencintai hidupnya, takut pada kematian. Bagi semua makhluk, kehidupan itu sendiri adalah yang paling mulia ! Kehidupan adalah Satu Entitas. Mencakup semua manusia dan seluruh hewan. Martabat setiap kehidupan adalah sama agung derajatnya, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Hal yang paling tragis di dunia ini adalah perpisahan antara yang hidup dengan yang mati, dengan perasaan pilu dan duka yang mendalam, sama-sama dialami oleh manusia maupun hewan. Tatkala Kehidupan dipaksa menjalani pembantaian, sudah pasti terjadi berkobarnya bara dendam kesumat yang luar biasa, dengan jiwa penuh penasaran, ingin secepat mungkin membalaskan dendamnya, bahkan mungkin akan dilampiaskan dengan cara mengiris-iris dan mencincang musuh yang dulu telah membunuhnya. Sehingga dapat dipahami, bahwa diantara seluruh bentuk pembalasan karma individual dan karma kolektif, membunuh adalah wujud dendam kesumat yang paling mengerikan. Dalam aksara Mandarin 仇 (baca: chou) yang bermakna dendam, di dalam makna tersuratnya terdapat 9 orang. Makna tersiratnya : Sekali menanamkan benih karma pembunuhan, maka kelak akan terjadi saling membalas, saling melukai, saling menyiksa, saling membunuh, saling memakan, lahir-mati, mati-lahir, terus-menerus demikian tiada henti-hentinya. Syair Buddhis : Dendam saling berbalas, kapan berakhir? Hidup saling menjerat, kapan selesainya? Mulai sekarang, bervegetarianlah! Junjung semua kehidupan! Dengan demikian, kita barulah menjunjung Kehidupan diri kita sendiri. 🙂

Iklan

Posted Maret 21, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

One response to “Sepotong Daging penuh dendam Kesumat

Subscribe to comments with RSS.

  1. Gambar dagingnya ko g ada y mas ?
    hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: