Sepotong Daging penuh Ikatan Karma   Leave a comment

Peribahasa berbunyi : Tiada makan siang yang gratis. Setiap potong daging yang dimakan akan diperhitungkan secara seksama dan dibayar tuntas. Ibarat tabungan kita di bank, setelah sekian lama, dapat kita ambil kembali berikut bunganya. Sebaliknya, kalau kita meminjam dari bank, suatu saat harus kita bayar semua berikut bunganya! Inilah Hukum Kebenaran Sebab Akibat. Banyak menanam, banyak menerima. Sedikit menanam, sedikit menerima. Ada menanam, ada menerima. Tidak menanam, tidak menerima. Siapa menanam, siapa menerima. Siapa menanam kepahitan akan menerima kepahitan. Siapa menanam kebahagiaan akan menerima kebahagiaan. Utang uang, bayar uang. Utang darah, bayar darah. Utang nyawa, bayar nyawa. Sejuta alasan apapun pengacara tidak dapat mengubah kebenaran ini! Sejuta pengacara tidak dapat menggugat Kebenaran ini! Tiada satu pun yang bisa menghindar dari buah karma perbuatan sendiri atau usaha yang dijalani. Bumi ini bulat. Dalam alam semesta ini, langit, Bumi, Manusia dan Hewan, serta semua isi dunia ini, seluruhnya adalah anggota satu keluarga besar. Semua hewan adalah sahabat umat manusia, bahkan adalah saudara yang terkasih. Jika Dunia ini tiada hewan, maka Bumi akan menjadi tempat yang monoton dan amat membosankan, kehidupan manusia akan berlangsung dalam kesepian dan kesendirian. Dengan keberadaan hewan-hewan, kehidupan di muka Bumi menjadi begitu semarak. Aksi apa yang kita lakukan kepada anggota keluarga besar ini, suatu hari kelak akan berbalik, akan bereaksi pada diri kita sendiri. Manusia saat berhadapan dengan misteri alam semesta, maupun saat mengalami berbagai bencana alam, seringkali bertanya Tuhan : ” Mengapa ini semua terjadi?”. Tetapi pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri,” Dari manakah semua malapetaka dan masalah itu berasal? Apakah berakar dari ulah kita sendiri?”. Setiap niat pikiran yang muncul dari benak kita, setiap perbuatan yang kita lakukan, akan berbalik kembali pada sumbernya. Apa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda terima. Jika kita makan daging, selalu turut andil dalam pembunuhan hewan, maka ini semua terus menjadi jalan hidup kita, sehingga Hukum Alam akan merespons sesuai kehidupan kita, maka kita akan menerima balasan atas apa yang kita perbuat, dan mengalami penderitaan. Jika kita bersikap bijaksana, bersimpati dan mengasihi semua makhluk hidup, selalu mengamalkannya sehingga menjadi jalan hidup kita, maka Hukum Alam akan merespons sesuai kondisi kita, serta mendatangkan berkah dan kebahagiaan bagi hidup kita. Ini adalah Hukum Sebab-Akibat yang dipandang sama pentingnya dengan Hukum Gravitasi atau Hukum Tarik-Menarik Saling Bergantungan dalam konsep kesatuan : Satu dalam Semua, Semua dalam Satu. Kita membawakan kebahagiaan kepada makhluk lain, kebahagiaan pun akan datang kepada diri kita. Sebaliknya, jika kita membawakan penderitaan kepada makhluk lain, penderitaan pun akan menghampiri kita. Maka, kita semua sesama makhkluk hidup seharusnya saling mengasihi. Karena itu, dikatakan : Barang siapa melihat sebab-musabab yang saling bergantungan, maka ia telah melihat Dharma Hati Alam Semesta !

Semua area industri peternakan, tempat jagal, pasar ikan, toko-toko daging dan restoran, adalah dunia profesi usaha yang tiada kasih bahkan maha brutal, yang memandang para Hewan sebagai mesin produksi daging, produk makanan, atau modal mata pencaharian. Menatap bayi kecil para Hewan yang baru lahir sebagai tambahan produksi bakso, gulai dan sosis. Ini semua sangat membelakangi nilai kehidupan, adalah dunia jiwa-jiwa yang tiada kasih. Jika kita membeli atau makan daging, maka kita adalah pihak yang paling mendukung kejahatan massal itu. Apakah kita ingin bertaruh dengan nyawa kita sendiri sebagai satu-satunya taruhan ? Jika kita vegetarian, berarti kita menghapus segala kekejaman dari peternakan industri daging. Pahamilah Hukum Karma maha adil dalam pembalasan. Amalkan kebajikan, jauhi kejahatan. 🙂

Iklan

Posted April 1, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: