Sepotong Daging penuh Kesakitan   Leave a comment

Saat hewan akan dibantai, mereka juga memnderita penuh kesakitan secara fisik dan emosional. Mereka dalam ras kengerian yang memuncak harus menghadapi saat terkahir mereka disayat mata pisau yang tajam, lalu secara bertahap, bagian demi bagian tubuhnya dipisahkan oleh pisau jagal, perutnya dibelah dan isi perutnya ditarik keluar serta dipotong-potong.

“Mereka kesakitan berarti fisik dan emosi sepenuhnya dalam kesakitan, sama-sama penuh kesakitan walau ditimpakan kepada menusia ataupun hewan ! “(Doktor Humphrey Primatt)

“Masalah utamanya bukan terletak pada hewan- hewan itu bisa atau tidak berkata-kata, tetapi apakah hewan -hewan yang penuh kesakitan dan menderita secara ekstrim itu, bisa atau tidak bisa dipahami oleh manusia berdarah dingin !” (Jeremy Bentham)

“Ketika beef-steak sedang digoreng dalam wajan minyak panas, di dalamnya terpendam rasa penuh kesakitan yang tiada batas ! “( Baskin- Robbins)

Dr. Andrew Rowan : ikan bisa mengalami kecemasan yang secara fisiologis mirip dengan perasaan cemas pada manusia. Ikan yang tertangkap selalu membuka mulutnya lebar-lebar, terus menerus berusaha mempertahankan nafasnya, matanya terbelalak penuh ketegangan karena merasakan kesakitan yang amat sangat, terus meronta dalam kelelahan yang luar biasa dan akhirnya mati dalam keadaan penuh kesakitan.

( Syair kuno) Sebagai Algojo:

Jika ujung jarimu terkena air mendidih, niscaya seluruh tubuhmu terguncang sakit. Bila tertusuk jarum sekujur tubuhmu merasa sakit bagai tersayat pisau.Ikan yang dipotong, merasakan kesakitan dan menggelepar penuh derita. Ayam yang disembelih, meronta-ronta dan berteriak penuh kesakitan. Ungakapan lantang penuh kesakitan begitu jelas dan nyata terjadi, tatapi  banyak orang yang tidak mau mengakuinya.

Master Zen, Nay Am menulis:

Semua makhluk bernyawa menyayangi hidupnya, baik manusia maupun hewan sama-sama takut dilukai takut disembelih, takut dipotong, takut direbus. Ketika ditangkap dan dijagal, nafas mereka sesak serasa akan meledak, nyawa menegang, suara berhenti karena tenggorokan  telah putus, menggelepar penuh kesakitan sungguh mengerikan. Manusia normal tidak akan tega mengisi perut dengan daging makhluk bernyawa.

Wilcox, Ella Wheeler ( 1853-1919, penyiar  dan novelis Amerika):

Aku adalah suara dari yang tidak bersuara.

Melalui aku si bisu bicara.

Sampai telinga dunia yang tuli dibuat mendengar.

Ketidakadilan si-lemah yang tidak berkata-kata.

Tenaga yang sama membentuk burung pipit.

Yang membuat manusia, Sang Raja.

Tuhan adalah semesta memberikan roh hidup.

Kepada yang berbulu dasn yang bersayap.

Dan aku adalah penjaga Saudaraku.

Dan berucap-kata bagi binatang dan burung.

Sampai dunia memperlakukan semua makhluk secara benar 🙂

Iklan

Posted Juni 13, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: