Sepotong Daging Adalah Hasil Penyiksaan   Leave a comment

Sadarlah wahai manusia bijak, bahwa setiap potong daging di sajikan di atas piring merupakan hasil berbagai siksaan yang kejam dan teramat sadis!

Laporan Yayasan Pemerhati ladang ternak:

Sapi kecil begitu terlahir sudah dipisahkan dari induknya, tak berkesempatan meneguk air susu pertama dari induknya. Dalam kondisi sadar, tidak dibius, langsung dikebiri ! Rasa sakit yang luar biasa dashyat terus berlangsung selama setengah jam, kemudian baru mencapai kondisi mati rasa karena telah mencapai puncak  kesakitan, sehingga sekujur tubuh anak sapi itu mengejang secara ekstrim! Kemudian karena manusia ingin menikmati daging yang lunak lembut ( veal) dalam jumlah paling banyak dari seekor anak sapi yang mencapai berat maksimal dalam waktu paling singkat, dan agar mendapat keuntungan terbesar dalam industri daging, maka seluruh hidup anak sapi harus dihabiskan dalam kungkungan sempit jeruji besi yang lebarnya hanya 55 cm dan panjang yang kurang dari 1,5 meter ! Sedemikian himpitnya ruang hidup anak sapi sehingga ia tak mampu berbaring secara wajar ! Kandangnya dibiarkan tanpa cahaya yang cukup, juga tak diberikan penerangan sama sekali, gelap gulita, dengan demikian akan mengurangi aktivitas mereka. Demikian kelamnya dalam jangka waktu lama sehingga mata mereka pun buta ! Tiada makanan padat cukup serat bagi mereka unutk dikunyah dan dinikmati. Sengaja diupayakan agara kondisi tubuh mereka kekurangan darah ( anemia), demi diperoleh daging empuk seperti kondisi dalam kandungan. Dengan memberinya pakan yang tidak mengandung zat besi, demikian hingga anak sapi tak bisa berjalan atau bahkan menyokonh berat badannya sendiri ! Mereka juga harus menderita berkepanjangan  karena penyakit yang merongrong sistem pencernaan dan pernapasan mereka. Perlakuan lainnya : leher setiap anak sapi dirantai untuk mencegah mereka membalikkan badan atau bergerak, demikian maka tidak terbentuk otot-otot yang kenyal / keras, juga agar mereka tidak  menjilati air seni mereka sendiri yang mengandung zat besi ( anak sapi yang kekurangan zat besi, secara insting akan minum air seni sendiri). Anak sapi hanya diberi pakan cair, yang terdiri gizi dan obat-obatan prangsang pertumbuhan, tanpa diberi minuman air !  Bahkan temperatur ruang kandang mereka diatur cukup tinggi, agar mereka terus keringatan dan merasa haus, sehingga terpaksa memakan pakan cair tersebut lebih banyak lagi. Dalam lingkungan yang gila dan mengerikan ini, sering ditemukan anak sapi yang mati satu diantara  sepuluh ekor yang dikurung dalam 15 minggu. Dengan perlakuan demikian, industri peternakan mendapatkan daging lunak lembut ( veal ) dari setiap ekor anak sapi seberat 180 kg ! ( Bandingkan dengan berat badan anak sapi yang normal cuma 27 kg ! ).

Ayam pun dikurung dalam kandang teramat kecil, berhimpit-himpitan, tiada ruang yang cukup unutk bergerak. Sebagiaan besar ayam ternak mengalami cacat kaki, mata terluka dan bahkan menjadi buta akibat saling patuk yang dipicu stress berlebihan. Ada yang mengalami cacat otak, stroke, tiada semangat hidup, pendarahan organ dalam, paruhnya pecah, tulangnya keropos, dll. Semua ini adalah penyakit umum ayam ternak. Patuknya ditumpulkan; bulunya dicabut untuk memicu proses bertelur kembali, dipaksa makan berlebihan pada siang dan malam hari; tetapi saat menjelang dipotong, selama 30 jam tak  diberi makanan, karen apakan yang dihabiskan itu tidak  akan menghasilkan daging.

Hewan ternak zaman modern, seumur hidupnya mengalami penyiksaan yang amat keji, hidup dalam ketakutan ditengah suasana yang mencekam, bahkan terus terdengar suara jeritan mereka memohon  belas kasihan. trauma yang dialami mereka berkelanjutan tiada henti sampai babak terakhir hidup mereka. Kehiudpan mereka selalu dijalani dengan perasaan  galau dan pebuh kecemasan yang ekstrim menuju kematian.( The Ethics of Vevetarianism).

Annie Lennox: Bagi saya, jelas sekali bahwa binatang binatang yang sedang disembelih dalam jumlah yang mengerikan, berjuta-juta. Kita jijik terhadap pembunuhan, tetapi entah karena apa, kenyatan ( pembunuhan) demikian belum dirasa oleh masyareakat umum, bahwa binatang-binatang sedang menderita ditangan kita sendiri, dalam keadaan yang paling mengerikan. Hak apakah yang kita miliki hingga menyiksa mereka seperti itu? Kini saya merasa bahwa seseorang tidak bisa sepenuhnya memiliki kasih sayang bila ia tidak menjadi seorang vegetarian. Dengan menjadi seorang vegetarian, maka ia berhenti terlibat dalam pembunuhan 🙂

Iklan

Posted Juni 14, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: