Sepotong Daging Adalah Hasil Pembunuhan   1 comment

Jika  anda makan daging berarti telah membunuh atau menyebabkan pembunuhan, serta bersenang-senang di atas penderitaan dan kematian makhluk lain. adalah sangat tidak adil jika kepuasan lidah sebatas kerongkongan diperoleh melalui jeritan derita dan pembantaian nyawa makhluk lain.

Ada 3 bentuk pembunuhan:

1. membawa daging atau memintanya.

2. memotong anggota tubuh makhluk

3. membeli / menjual/ memasak/memakan daging.

Jumlah ternak yang dibantai di seluruh dunia untuk dikonsumsi manusia, setiap tahunnya mencapai 13 milyar kehidupan!( 7 milyar di AS, 30 juta di Swiss, selebihnya diberbagai belahan bumi lainnya). Jumlah hewan mamalia yang dibunuh untuk memuaskan nafsu mulut manusia, setiap tahunnya mencapai 1,8 milyar kehidupan! Jumlah hewan unggas dan burung yang dibunuh manusia setiap tahunnya mencapai 22,5 milyar kehidupan! Jumlah binatang laut setiap tahunnya mencapai ribuan milyar setiap tahunnya.

Akibat ulah manusia, setiap kali munculnya wabah penyakit ” Ebola”, ” Sapi gila”, ” Babi gila’, “Virus flu burung”, “SARS”, dsb, maka selalu diikuti dengan pembantaian massal semua hewan didaerahnya.

Selama wabah H5N1 berlangsung di Hongkong pada tahun 1997, kontrol ketat dilakukan dengan memusnakan 1,5 juta lebih ekor ayam saat itu.

The Humanities of Diet: Dirumah jagal, bangkai-bangkai tak berkepala demikian kaku dan menakutkan, masih terdengar bunyi gemeretak gergaji-mesin memotong tulang beulang, dengan dengkul dan daging yang terpootng-potong, gumpalan-gumpalan darah yang baunya memualkan, bunyi parang yang mencabik-cabik merupakan tangis protes yang berkelanjutan terhadap kebrutalan makan daging.

Di dekatnya ada toko buah, sayur dan palawija dengan pemandangan yang indah membahagiakan, mengingatkan kita bahwa vegetaris merupakan satu-satunya jenis makanan yang cocok dengan keseluruhan aspek hidup manusia.

Plutarch, 46- 120 Sm, penagrang dan sejarawan Besar berkata: ” Manusia membunuh hewan, menyaksikan makhluk yang menguak, menjerit dan mengelepar ketika  ditarik. diseret dan dibunuh, melihat darah yang baunya  memualkan  terus mengalir dari badan-badan yang disembelih, dikupas, dan digiling, smua kekotoran ini sangat menjijikkan perasaan, apalagi memasukkan sebagian mayat tersebut kedalam mulutnya, juga meneguk darah bangkai tersebut tetapi memberikan nama kepada bagian bangkai tersebut sebagai daging/ makanan enak? Sungguh rakus dan gila ! padahal tersedia buah-buahan, sayur-mayur dan palawija sebagai bahan makanan yang sebenarnya dengan jumlah yang berlimpah untuk kehidupan manusia! Kalau ular, macan dan singa disebut yang kotor bermandikan darah? Yang dibunuh oleh hewan buas adalah makanan Anda sehari-hari, lebih kejam, lebih buas dan brutal! Anda hendak melawan alam dan mneganut hukum rimba yang lebih biadab, jauh lebih brutal dari hewan buas! Sehari hari anda menikmati pembunuhan secara sadis, turut menyiksa dan membantai nyawa makhluk hidup untuk diolah, dikunyah dan ditelan ke dalam perut anda sebagai kuburan massal!”

Suatu hari Roh para hewan menhadapi Raja Yama, mengadakan para penjagal yang telah membantai dan menyembelih mereka. Raja Yama pun menangkap Roh penjagal dan diadili di neraka.” Kamu seharusnya bisa hidup samapi 75 tahun, tetapi karena melakukan banyak dosa kejahatan  pembunuhan, maka umurmu dikurangi sehingga usiamu hanya 45 tahun!”.

” Saya tak terima! saya tak berdosa ! saya hanya menuruti keinginan para pernakan pemakan daging;kalau mereka tak makan daging, mana mungkin saya membunuh? Karena mereka ingin makan daging, maka hewan-hewan itu dibunuh!” begitulah si penjagal menolak tuntutan.

Raja Yama lalu menangkap Roh seorang pemakan daging dan diadili di Neraka.” Kamu seharusnya bisa hidup sampai usia 80 tahun, tetapi karena terlalu  suka  makan daging, menciptakan dosa kejahatan pembunuhan makhluk yang tak terhitung, maka diusiamu yang baru 60 tahun sudah diakhihri dan diadili!”

“Saya protes! saya cuma makan, tidak membunuh hewan-hewan, jadi saya tiada hubungannya dengan dosa kejahatan pembunuhan. Karena ada penjagal seperti dia yang menyembelih hewan, maka saya pun memakan daging; kalau dia tidak sembelih hewan, mana mungkin daging?” demikian bantahan si pemakan daging untuk menyangkal dosanya.

Akhirnya Raja Yama mengetuk palu untuk memutuskan. ” Karena kamu ingin makan daging, maka dia menjagal hewan. Karena kamu telah menyembelih hewan, maka dia makan daging. Kalau kamu tidak menjagal hewan, dia pun tidak makan daging. Antara makan daging dan menyembelih hewan, keduanya memiliki dosa kejahatan yangn sama besarnya!” 🙂

 

 

Iklan

Posted Juni 17, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

One response to “Sepotong Daging Adalah Hasil Pembunuhan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kalau menyembelih daging untuk di makan dikatakan penyiksaan, maka salahkan Tuhan yang memberikan kita rasa lapar, Tuhan juga yang memberikan rasa lapar untuk harimau, anjing, serigala, dan karnivora lainnya sehingga mereka memakan hewan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: