Mineral   Leave a comment

Telah diketahui bahwa terdapat 105 macam unsur dasar pembentuk bumi ini, diantaranya, 93 jenis terdapat secara alamiah dan sisanya merupakan unsur hasil buatan manusia. Semua benda yang terdapat di bumi, baik yang bernyawa maupun yang tidak, terdiri dari 93 jenis unsur tersebut dengan berbagai kombinasinya. Sampai sekarang sudah diketahui bahwa dari 93 jenis unsur pembentuk bumi ini hanya terdapat 27 jenis unsur yang berguna bagi kehidupan makhluk hidup, dan dibagi atas 2 golongan : Golongan pertama terdiri dari 11 unsur utama yaitu Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), dan 7 jenis Mineral Makro, yaitu Belerang (S), Kalsium (Ca), Phospor (P), Kalium (K), Natrium (Na), Klorida (CI), dan Magnesium (Mg). Golongan kedua terdiri dari 16 jenis unsur yang dikenal sebagai Mineral Mikro (Trace elements) yang dibutuhkan hewan mamalia dan manusia, tetapi hanya dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding dengan golongan pertama (kecuali zat besi). Ke – 16 unsur tersebut yaitu zat besi (Fe), Tembaga ( Cu), Seng (Zn), Kobalt (Co), Iodium (I), Molybdenum (Mo), Mangan (Mn), Selenium (Se), Kromium (Cr), Fluor (F), Nikel (Ni), Timah putih (Sn), Silikon (Si), Vanadium (V), dan unsur yang beracun yaitu Arsenic (As), dan Timah hitam (Pb). Di antara ke – 16 unsur trace ini, hanya 10 unsur pertama yang sangat penting bagi tubuh. Ke – 27 unsur tersebut semuanya membentuk kombinasi yang kompleks dan tersendiri, yang terdapat dalam makanan kita, sehingga terbentuklah sebagai karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral, yang semuanya merupakan zat gizi makanan manusia. Mineral tidak dapat disintesa atau dihancurkan oleh tubuh, oleh sebab itu manusia harus mendapatkannya dari makanan. Seperti telah kita ketahui, fungsi mineral dalam tubuh adalah sebagai zat pembangun dan pengatur. Sebagian dari trace mineral terdapat di udara, tetapi sumber utamanya adalah tanah, manusia mendapatkannya dari tanaman.

Walaupun demikian, beberapa jenis mineral harus ada, baik dalam makanan kaum vegetaris maupun bukan. Menurut penelitian, ditemukan bahwa banyak orang Amerika tidak cukup memperoleh zat besi sebagaimana yang ditentukan. Belakangan ini bukti bahwa unsur seng juga kurang, teristimewa pada makanan yang tidak mengandung daging. Kaum Vegan merasa sulit mendapatkan mineral kalsium yang cukup, namun orang harus berhati-hati di dalam mendapatkan tambahan mineral. Hampir setiap buku mengenai gizi yang bermutu akan memberikan nasehat tentang hal tambahan pil mineral yakni jangan menelan pil mineral sebelum mendapat izin dari dokter. Akan tetapi tidak semua dokter sangat ahli dalam bidang gizi makanan dan tidak semua dokter bersimpati kepada vegetarian. Untunglah dengan bertambah majunya ilmu kedokteran dewasa ini, banyak dokter telah merasakan keuntungan makanan vegetarian bagi kesehatan tubuh. Kaum vegetaris sebaiknya mengetahui cara mendapatkan semua mineral yang berguna bagi pertumbuhan normal tubuh. Walaupun terdapat banyak jenis mineral dalam makanan nabati, tetapi karena mineral yang ada dalam tumbuh-tumbuhan terikat oleh keberadaan asam phytat dan asam oksalat, maka penyerapan mineral oleh usus kecilpun menjadi terhambat. Oleh sebab itu, sangatlah disayangkan jika kaum vegetaris kurang memahami ilmu gizi dan cara memperoleh zat-zat mineral, karena kemungkinan besar akan mengalami kekurangan beberapa unsur mineral vital bagi tubuhnya bila menu makanannya terlalu sederhana, terutama bagi kaum Vegan yang mempunyai kemungkinan yang lebih besar khususnya pada masa pertumbuhan.

Phosphor, kaum vegetaris dapat memperolehnya dari makanan vegetarian yang terencana baik, Magnesium banyak terdapat dalam sayur-mayur hijau, Natrium dan Klorida terdapat hampir semua jenis makanan, terutama dari hasil laut seperti garam, sehingga kaum vegetaris tidak akan kekurangan kedua mineral ini. Kalium, belerang, tembaga, kobalt, molibdenum, terdapat cukup dalam makanan vegetarian. Zat besi, kaum vegetaris sebaiknya mengetahui cara untuk membantu tubuh menyerap zat besi Non Haem dari makanan nabati, yaitu dengan tambahan vitamin C (buah-buahan) setelah selesai makan. Seng, walaupun banyak terdapat dalam sayur-mayur, tetapi penyerapannya dihalangi oleh serat, asam phytat dan oksalat, sehingga kaum vegan sering mengalami kekurangan unsur seng. Iodium, karena hanya terdapat sedikit dalam makanan nabati daratan, maka kaum vegetaris harus sering mendapatkannya dari hasil laut seperti ganggang laut, rumput laut, dan lain-lain. Fluor, kaum vegetaris dapat memperolehnya dari teh. 🙂

Posted November 10, 2010 by Happy 24 Jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: