Sepotong Daging Adalah Hasil Pembunuhan   1 comment

Jika  anda makan daging berarti telah membunuh atau menyebabkan pembunuhan, serta bersenang-senang di atas penderitaan dan kematian makhluk lain. adalah sangat tidak adil jika kepuasan lidah sebatas kerongkongan diperoleh melalui jeritan derita dan pembantaian nyawa makhluk lain.

Ada 3 bentuk pembunuhan:

1. membawa daging atau memintanya.

2. memotong anggota tubuh makhluk

3. membeli / menjual/ memasak/memakan daging.

Jumlah ternak yang dibantai di seluruh dunia untuk dikonsumsi manusia, setiap tahunnya mencapai 13 milyar kehidupan!( 7 milyar di AS, 30 juta di Swiss, selebihnya diberbagai belahan bumi lainnya). Jumlah hewan mamalia yang dibunuh untuk memuaskan nafsu mulut manusia, setiap tahunnya mencapai 1,8 milyar kehidupan! Jumlah hewan unggas dan burung yang dibunuh manusia setiap tahunnya mencapai 22,5 milyar kehidupan! Jumlah binatang laut setiap tahunnya mencapai ribuan milyar setiap tahunnya.

Akibat ulah manusia, setiap kali munculnya wabah penyakit ” Ebola”, ” Sapi gila”, ” Babi gila’, “Virus flu burung”, “SARS”, dsb, maka selalu diikuti dengan pembantaian massal semua hewan didaerahnya.

Selama wabah H5N1 berlangsung di Hongkong pada tahun 1997, kontrol ketat dilakukan dengan memusnakan 1,5 juta lebih ekor ayam saat itu.

The Humanities of Diet: Dirumah jagal, bangkai-bangkai tak berkepala demikian kaku dan menakutkan, masih terdengar bunyi gemeretak gergaji-mesin memotong tulang beulang, dengan dengkul dan daging yang terpootng-potong, gumpalan-gumpalan darah yang baunya memualkan, bunyi parang yang mencabik-cabik merupakan tangis protes yang berkelanjutan terhadap kebrutalan makan daging.

Di dekatnya ada toko buah, sayur dan palawija dengan pemandangan yang indah membahagiakan, mengingatkan kita bahwa vegetaris merupakan satu-satunya jenis makanan yang cocok dengan keseluruhan aspek hidup manusia.

Plutarch, 46- 120 Sm, penagrang dan sejarawan Besar berkata: ” Manusia membunuh hewan, menyaksikan makhluk yang menguak, menjerit dan mengelepar ketika  ditarik. diseret dan dibunuh, melihat darah yang baunya  memualkan  terus mengalir dari badan-badan yang disembelih, dikupas, dan digiling, smua kekotoran ini sangat menjijikkan perasaan, apalagi memasukkan sebagian mayat tersebut kedalam mulutnya, juga meneguk darah bangkai tersebut tetapi memberikan nama kepada bagian bangkai tersebut sebagai daging/ makanan enak? Sungguh rakus dan gila ! padahal tersedia buah-buahan, sayur-mayur dan palawija sebagai bahan makanan yang sebenarnya dengan jumlah yang berlimpah untuk kehidupan manusia! Kalau ular, macan dan singa disebut yang kotor bermandikan darah? Yang dibunuh oleh hewan buas adalah makanan Anda sehari-hari, lebih kejam, lebih buas dan brutal! Anda hendak melawan alam dan mneganut hukum rimba yang lebih biadab, jauh lebih brutal dari hewan buas! Sehari hari anda menikmati pembunuhan secara sadis, turut menyiksa dan membantai nyawa makhluk hidup untuk diolah, dikunyah dan ditelan ke dalam perut anda sebagai kuburan massal!”

Suatu hari Roh para hewan menhadapi Raja Yama, mengadakan para penjagal yang telah membantai dan menyembelih mereka. Raja Yama pun menangkap Roh penjagal dan diadili di neraka.” Kamu seharusnya bisa hidup samapi 75 tahun, tetapi karena melakukan banyak dosa kejahatan  pembunuhan, maka umurmu dikurangi sehingga usiamu hanya 45 tahun!”.

” Saya tak terima! saya tak berdosa ! saya hanya menuruti keinginan para pernakan pemakan daging;kalau mereka tak makan daging, mana mungkin saya membunuh? Karena mereka ingin makan daging, maka hewan-hewan itu dibunuh!” begitulah si penjagal menolak tuntutan.

Raja Yama lalu menangkap Roh seorang pemakan daging dan diadili di Neraka.” Kamu seharusnya bisa hidup sampai usia 80 tahun, tetapi karena terlalu  suka  makan daging, menciptakan dosa kejahatan pembunuhan makhluk yang tak terhitung, maka diusiamu yang baru 60 tahun sudah diakhihri dan diadili!”

“Saya protes! saya cuma makan, tidak membunuh hewan-hewan, jadi saya tiada hubungannya dengan dosa kejahatan pembunuhan. Karena ada penjagal seperti dia yang menyembelih hewan, maka saya pun memakan daging; kalau dia tidak sembelih hewan, mana mungkin daging?” demikian bantahan si pemakan daging untuk menyangkal dosanya.

Akhirnya Raja Yama mengetuk palu untuk memutuskan. ” Karena kamu ingin makan daging, maka dia menjagal hewan. Karena kamu telah menyembelih hewan, maka dia makan daging. Kalau kamu tidak menjagal hewan, dia pun tidak makan daging. Antara makan daging dan menyembelih hewan, keduanya memiliki dosa kejahatan yangn sama besarnya!” 🙂

 

 

Posted Juni 17, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Sepotong Daging Adalah Hasil Penyiksaan   Leave a comment

Sadarlah wahai manusia bijak, bahwa setiap potong daging di sajikan di atas piring merupakan hasil berbagai siksaan yang kejam dan teramat sadis!

Laporan Yayasan Pemerhati ladang ternak:

Sapi kecil begitu terlahir sudah dipisahkan dari induknya, tak berkesempatan meneguk air susu pertama dari induknya. Dalam kondisi sadar, tidak dibius, langsung dikebiri ! Rasa sakit yang luar biasa dashyat terus berlangsung selama setengah jam, kemudian baru mencapai kondisi mati rasa karena telah mencapai puncak  kesakitan, sehingga sekujur tubuh anak sapi itu mengejang secara ekstrim! Kemudian karena manusia ingin menikmati daging yang lunak lembut ( veal) dalam jumlah paling banyak dari seekor anak sapi yang mencapai berat maksimal dalam waktu paling singkat, dan agar mendapat keuntungan terbesar dalam industri daging, maka seluruh hidup anak sapi harus dihabiskan dalam kungkungan sempit jeruji besi yang lebarnya hanya 55 cm dan panjang yang kurang dari 1,5 meter ! Sedemikian himpitnya ruang hidup anak sapi sehingga ia tak mampu berbaring secara wajar ! Kandangnya dibiarkan tanpa cahaya yang cukup, juga tak diberikan penerangan sama sekali, gelap gulita, dengan demikian akan mengurangi aktivitas mereka. Demikian kelamnya dalam jangka waktu lama sehingga mata mereka pun buta ! Tiada makanan padat cukup serat bagi mereka unutk dikunyah dan dinikmati. Sengaja diupayakan agara kondisi tubuh mereka kekurangan darah ( anemia), demi diperoleh daging empuk seperti kondisi dalam kandungan. Dengan memberinya pakan yang tidak mengandung zat besi, demikian hingga anak sapi tak bisa berjalan atau bahkan menyokonh berat badannya sendiri ! Mereka juga harus menderita berkepanjangan  karena penyakit yang merongrong sistem pencernaan dan pernapasan mereka. Perlakuan lainnya : leher setiap anak sapi dirantai untuk mencegah mereka membalikkan badan atau bergerak, demikian maka tidak terbentuk otot-otot yang kenyal / keras, juga agar mereka tidak  menjilati air seni mereka sendiri yang mengandung zat besi ( anak sapi yang kekurangan zat besi, secara insting akan minum air seni sendiri). Anak sapi hanya diberi pakan cair, yang terdiri gizi dan obat-obatan prangsang pertumbuhan, tanpa diberi minuman air !  Bahkan temperatur ruang kandang mereka diatur cukup tinggi, agar mereka terus keringatan dan merasa haus, sehingga terpaksa memakan pakan cair tersebut lebih banyak lagi. Dalam lingkungan yang gila dan mengerikan ini, sering ditemukan anak sapi yang mati satu diantara  sepuluh ekor yang dikurung dalam 15 minggu. Dengan perlakuan demikian, industri peternakan mendapatkan daging lunak lembut ( veal ) dari setiap ekor anak sapi seberat 180 kg ! ( Bandingkan dengan berat badan anak sapi yang normal cuma 27 kg ! ).

Ayam pun dikurung dalam kandang teramat kecil, berhimpit-himpitan, tiada ruang yang cukup unutk bergerak. Sebagiaan besar ayam ternak mengalami cacat kaki, mata terluka dan bahkan menjadi buta akibat saling patuk yang dipicu stress berlebihan. Ada yang mengalami cacat otak, stroke, tiada semangat hidup, pendarahan organ dalam, paruhnya pecah, tulangnya keropos, dll. Semua ini adalah penyakit umum ayam ternak. Patuknya ditumpulkan; bulunya dicabut untuk memicu proses bertelur kembali, dipaksa makan berlebihan pada siang dan malam hari; tetapi saat menjelang dipotong, selama 30 jam tak  diberi makanan, karen apakan yang dihabiskan itu tidak  akan menghasilkan daging.

Hewan ternak zaman modern, seumur hidupnya mengalami penyiksaan yang amat keji, hidup dalam ketakutan ditengah suasana yang mencekam, bahkan terus terdengar suara jeritan mereka memohon  belas kasihan. trauma yang dialami mereka berkelanjutan tiada henti sampai babak terakhir hidup mereka. Kehiudpan mereka selalu dijalani dengan perasaan  galau dan pebuh kecemasan yang ekstrim menuju kematian.( The Ethics of Vevetarianism).

Annie Lennox: Bagi saya, jelas sekali bahwa binatang binatang yang sedang disembelih dalam jumlah yang mengerikan, berjuta-juta. Kita jijik terhadap pembunuhan, tetapi entah karena apa, kenyatan ( pembunuhan) demikian belum dirasa oleh masyareakat umum, bahwa binatang-binatang sedang menderita ditangan kita sendiri, dalam keadaan yang paling mengerikan. Hak apakah yang kita miliki hingga menyiksa mereka seperti itu? Kini saya merasa bahwa seseorang tidak bisa sepenuhnya memiliki kasih sayang bila ia tidak menjadi seorang vegetarian. Dengan menjadi seorang vegetarian, maka ia berhenti terlibat dalam pembunuhan 🙂

Posted Juni 14, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Sepotong Daging penuh Kesakitan   Leave a comment

Saat hewan akan dibantai, mereka juga memnderita penuh kesakitan secara fisik dan emosional. Mereka dalam ras kengerian yang memuncak harus menghadapi saat terkahir mereka disayat mata pisau yang tajam, lalu secara bertahap, bagian demi bagian tubuhnya dipisahkan oleh pisau jagal, perutnya dibelah dan isi perutnya ditarik keluar serta dipotong-potong.

“Mereka kesakitan berarti fisik dan emosi sepenuhnya dalam kesakitan, sama-sama penuh kesakitan walau ditimpakan kepada menusia ataupun hewan ! “(Doktor Humphrey Primatt)

“Masalah utamanya bukan terletak pada hewan- hewan itu bisa atau tidak berkata-kata, tetapi apakah hewan -hewan yang penuh kesakitan dan menderita secara ekstrim itu, bisa atau tidak bisa dipahami oleh manusia berdarah dingin !” (Jeremy Bentham)

“Ketika beef-steak sedang digoreng dalam wajan minyak panas, di dalamnya terpendam rasa penuh kesakitan yang tiada batas ! “( Baskin- Robbins)

Dr. Andrew Rowan : ikan bisa mengalami kecemasan yang secara fisiologis mirip dengan perasaan cemas pada manusia. Ikan yang tertangkap selalu membuka mulutnya lebar-lebar, terus menerus berusaha mempertahankan nafasnya, matanya terbelalak penuh ketegangan karena merasakan kesakitan yang amat sangat, terus meronta dalam kelelahan yang luar biasa dan akhirnya mati dalam keadaan penuh kesakitan.

( Syair kuno) Sebagai Algojo:

Jika ujung jarimu terkena air mendidih, niscaya seluruh tubuhmu terguncang sakit. Bila tertusuk jarum sekujur tubuhmu merasa sakit bagai tersayat pisau.Ikan yang dipotong, merasakan kesakitan dan menggelepar penuh derita. Ayam yang disembelih, meronta-ronta dan berteriak penuh kesakitan. Ungakapan lantang penuh kesakitan begitu jelas dan nyata terjadi, tatapi  banyak orang yang tidak mau mengakuinya.

Master Zen, Nay Am menulis:

Semua makhluk bernyawa menyayangi hidupnya, baik manusia maupun hewan sama-sama takut dilukai takut disembelih, takut dipotong, takut direbus. Ketika ditangkap dan dijagal, nafas mereka sesak serasa akan meledak, nyawa menegang, suara berhenti karena tenggorokan  telah putus, menggelepar penuh kesakitan sungguh mengerikan. Manusia normal tidak akan tega mengisi perut dengan daging makhluk bernyawa.

Wilcox, Ella Wheeler ( 1853-1919, penyiar  dan novelis Amerika):

Aku adalah suara dari yang tidak bersuara.

Melalui aku si bisu bicara.

Sampai telinga dunia yang tuli dibuat mendengar.

Ketidakadilan si-lemah yang tidak berkata-kata.

Tenaga yang sama membentuk burung pipit.

Yang membuat manusia, Sang Raja.

Tuhan adalah semesta memberikan roh hidup.

Kepada yang berbulu dasn yang bersayap.

Dan aku adalah penjaga Saudaraku.

Dan berucap-kata bagi binatang dan burung.

Sampai dunia memperlakukan semua makhluk secara benar 🙂

Posted Juni 13, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Sepotong Daging Berasal Dari Roh   Leave a comment

Hewan dalam bahasa Inggris disebut animal, berasal dari bahasa latin: anima, yang berarti Roh. Dalam Alkitab kuno, kata yang mengartikan hewan adalah nephesh chaya,  yang berarti eksistensi Roh. ” Semua makhluk hidup yang diciptakan Tuhan, sampai pada makhluk yang terkesan amat rendah tingkatnya, tetapi seluruhnya adalah anggota chorus kemudian kemulian kehidupan! “( presiden amerika Serikat, Abrahan Lincoln).

Stephanie laland dalam bukunya yangberjudul” Peaceful Kingdom” dan “Animal angels” mengumpulkan semua kisah nyata para hewan yang luar biasa menggugah. Dalam buku-buku tersebut dapat kita baca tulisan tentang betapa hewan-hewan itu majikannya, sangat heroik, pandai, setia, setiakawan, penuh keberanian, kasih sayang, rela berkorban demi menolong majikannya mendatangkan sukacita bagi umat manusia, dan lain-lainnya. Begitu mengagumkan kebajikan mereka,bahkan sampai manusia pun kadang harus mengaku kalah. Semua fakta ini membuktikan, hewan memiliki Roh!

Mark Twain, penulis yang termasyhur, berkata” jika Anda memungut seekor anjing yang hampir mati kelaparan, lalu Anda memelihara dan memberikan berkah kebahagiaan kepadanya, maka ia pasti tidak akan pernah menggigit Anda. Ini adalah karakter yang paling membedakan anatara anjing dengan manusia !”

Winston Churchill, perdana Menteri Inggris yang terkenal, berkata,”Anjing mendongak melihat langsung ke mata kita, kucing dari ketinggian melonggok langsung ke mata kita, babi langsung menatap ke mata kita, mereka menganggap kita sama hidupnya dengan mereka! Mata adalah jendela Roh, dari tatapan mata terlihat bayangan Roh!”.

Seorang Pendeta dari Aliran Agama Monoteis, Gary Kowalski, menulis sebuah buku yang berjudul: The souls of Animal, didalamnya terdapat uraian penjelasan demikian:” Hewan sama seperti kita manusia,mereka juga bisa bersimpati, memiliki perasaan, bisa berangan-angan, bisa berinovasi. Mereka juga ingin bertualang, penuh rasa ingin tahu terhadap dunianya sendiri, juga bisa turut merasa bangga atas kesuksesan bersama. Hewan adalah roh yang benar-benar hidup dan eksis. Mereka bukan barang atau benda mati, juga bukan produk. Mereka bisa mencintai, bisa menari, juga bisa merasakan derita. Mereka memahami kapan hidupnya dalam keadaan senang, kapan dalam keadaan susah.”

Dalam buku The Science of Self-Realization tercatat tanya jawab demikian: Wartawan : Bagaimana anda mengetahui bahwa hewan memiliki Roh? Srila Prabhupada : Anda tentu bisa mengetahui. Berikut ini adalah bukti ilmiah. Hewan sedang cari makan, Anda juga sdang cari makan; Hewan sedang tidur, Andapun sedang tidur, Hewan sedang melindungi dirinya, Anda juda sedang melindungi diri; Hewan memiliki aktivitas seksual, Anda pun memiliki aktivitas seksual; Hewan mempunyia anak, Andapun memiliki anak; Anda punya tempat tinggal, mereka pun punya. Jika tubuh hewan tersayat, akan keluar darah. Ketika tubuh Anda tersayat juga akan mengeluarkan darah. Jadi, semua kesamaan ini benar-benar terpampang nyata dihadapan kita. Kalau begitu, mengapa Anda hendak menyangkal kebenaran ini? Bahwa hewan dan kita manusia sama-sama memiliki Roh! Apakah Anda pernah belajar logika? Dalam ilmu logika, terdapat prinsip perbandingan  yaitu melalui pencarian hal-hal yang sama antara dua objek, lalu dibuat kesimpulan. Jika manusia dan hewan memiliki begitu banyak kesamaan, sama-sama memiliki Roh, mengapa Anda menolak kenyataan ini? Kebenaran logika dan ilmiah tidak bisa dibantah!

Dapatlah kita pahami kebenaran bahwa, Roh manusia, sesungguhnya adalah sama, maka ada hukum kebenaran yang mengatur hubungan antara yang memakan/ membunuh dan yang dimakan/dibunuh. Hewan juga memiliki Roh yang abadi, dan proses Hukum Kebenaran yang maha adil juga abadi 🙂

Posted Juni 12, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Sepotong Daging penuh Ikatan Karma   Leave a comment

Peribahasa berbunyi : Tiada makan siang yang gratis. Setiap potong daging yang dimakan akan diperhitungkan secara seksama dan dibayar tuntas. Ibarat tabungan kita di bank, setelah sekian lama, dapat kita ambil kembali berikut bunganya. Sebaliknya, kalau kita meminjam dari bank, suatu saat harus kita bayar semua berikut bunganya! Inilah Hukum Kebenaran Sebab Akibat. Banyak menanam, banyak menerima. Sedikit menanam, sedikit menerima. Ada menanam, ada menerima. Tidak menanam, tidak menerima. Siapa menanam, siapa menerima. Siapa menanam kepahitan akan menerima kepahitan. Siapa menanam kebahagiaan akan menerima kebahagiaan. Utang uang, bayar uang. Utang darah, bayar darah. Utang nyawa, bayar nyawa. Sejuta alasan apapun pengacara tidak dapat mengubah kebenaran ini! Sejuta pengacara tidak dapat menggugat Kebenaran ini! Tiada satu pun yang bisa menghindar dari buah karma perbuatan sendiri atau usaha yang dijalani. Bumi ini bulat. Dalam alam semesta ini, langit, Bumi, Manusia dan Hewan, serta semua isi dunia ini, seluruhnya adalah anggota satu keluarga besar. Semua hewan adalah sahabat umat manusia, bahkan adalah saudara yang terkasih. Jika Dunia ini tiada hewan, maka Bumi akan menjadi tempat yang monoton dan amat membosankan, kehidupan manusia akan berlangsung dalam kesepian dan kesendirian. Dengan keberadaan hewan-hewan, kehidupan di muka Bumi menjadi begitu semarak. Aksi apa yang kita lakukan kepada anggota keluarga besar ini, suatu hari kelak akan berbalik, akan bereaksi pada diri kita sendiri. Manusia saat berhadapan dengan misteri alam semesta, maupun saat mengalami berbagai bencana alam, seringkali bertanya Tuhan : ” Mengapa ini semua terjadi?”. Tetapi pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri,” Dari manakah semua malapetaka dan masalah itu berasal? Apakah berakar dari ulah kita sendiri?”. Setiap niat pikiran yang muncul dari benak kita, setiap perbuatan yang kita lakukan, akan berbalik kembali pada sumbernya. Apa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda terima. Jika kita makan daging, selalu turut andil dalam pembunuhan hewan, maka ini semua terus menjadi jalan hidup kita, sehingga Hukum Alam akan merespons sesuai kehidupan kita, maka kita akan menerima balasan atas apa yang kita perbuat, dan mengalami penderitaan. Jika kita bersikap bijaksana, bersimpati dan mengasihi semua makhluk hidup, selalu mengamalkannya sehingga menjadi jalan hidup kita, maka Hukum Alam akan merespons sesuai kondisi kita, serta mendatangkan berkah dan kebahagiaan bagi hidup kita. Ini adalah Hukum Sebab-Akibat yang dipandang sama pentingnya dengan Hukum Gravitasi atau Hukum Tarik-Menarik Saling Bergantungan dalam konsep kesatuan : Satu dalam Semua, Semua dalam Satu. Kita membawakan kebahagiaan kepada makhluk lain, kebahagiaan pun akan datang kepada diri kita. Sebaliknya, jika kita membawakan penderitaan kepada makhluk lain, penderitaan pun akan menghampiri kita. Maka, kita semua sesama makhkluk hidup seharusnya saling mengasihi. Karena itu, dikatakan : Barang siapa melihat sebab-musabab yang saling bergantungan, maka ia telah melihat Dharma Hati Alam Semesta !

Semua area industri peternakan, tempat jagal, pasar ikan, toko-toko daging dan restoran, adalah dunia profesi usaha yang tiada kasih bahkan maha brutal, yang memandang para Hewan sebagai mesin produksi daging, produk makanan, atau modal mata pencaharian. Menatap bayi kecil para Hewan yang baru lahir sebagai tambahan produksi bakso, gulai dan sosis. Ini semua sangat membelakangi nilai kehidupan, adalah dunia jiwa-jiwa yang tiada kasih. Jika kita membeli atau makan daging, maka kita adalah pihak yang paling mendukung kejahatan massal itu. Apakah kita ingin bertaruh dengan nyawa kita sendiri sebagai satu-satunya taruhan ? Jika kita vegetarian, berarti kita menghapus segala kekejaman dari peternakan industri daging. Pahamilah Hukum Karma maha adil dalam pembalasan. Amalkan kebajikan, jauhi kejahatan. 🙂

Posted April 1, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Sepotong Daging penuh dendam Kesumat   1 comment

Zen Master Yen Ing : Selama ratusan ribu tahun, rebusan daging di dalam periuk, telah meluapkan kebencian dan rasa dendam kesumat bagai samudera tak bertepi. Jika engkau ingin tahu mengapa terjadi bencana peperangan dan pertempuran di dunia ini, dengarkan jeritan-jeritan yang menyayat hati di tengah malam di lokasi penjagalan. Dari seekor ayam hidup, berubah menjadi sepotong daging, prosesnya dimulai dari merontanya ayam ketika mengetahui bahaya maut yang mengancamnya di depan mata, ia pun berteriak-teriak minta tolong, saat lehernya dicekik, sang ayam akan meronta-ronta hingga kehabisan tenaga, bulu di bagian lehernya dicabut, lehernya disayat dengan pisau yang tajam, sehingga darahnya tersembur, seluruh badannya menggelepar, kedua sayapnya terus dibanting-banting, kedua cakar-kakinya menendang-nendang dalam kekejangan penuh kesakitan, sambil berteriak berupaya dengan segala cara untuk menghindari penyiksaan dan penyembelihan ini, suaranya terputus dengan jeritan yang keras, bagaikan protes keras yang disampaikan saat menjelang ajal kepada Sang Pencipta, dalam kondisi luka parah yang teramat dalam dan nafas yang belum putus, ayam yang menggelepar penuh kesakitan masih harus diceburkan ke dalam air yang mendidih, kesakitan yang dirasakan menusuk ke dalam semua tulang sum-sumnya, sehingga Roh yang mengalami trauma dahsyat ini menjadi shock berat hingga terpental keluar dari tubuh ayam, setelah beberapa saat direbus hidup-hidup dalam air panas, kemudian barulah ayam tersebut mati total sebagai bangkai mayat. Kemudian masih dilanjutkan dengan pencabutan seluruh bulu ditubuhnya hingga telanjang bulat, dilanjutkan dengan tikaman pengurasan seluruh isi perut, lalu pemotongan dan pembelahan seluruh bagian dan organ tubuhnya, diikuti dengan pemberian berbagai bumbu perih dan cabai pedas, lalu masih harus diceburkan ke dalam minyak yang mendidih, setelah itu diletakkan di atas piring untuk disantap. Anda masih dengan penuh senyum menamakan sepotong daging ini sebagai ‘ ayam goreng kalasan ‘. Kemudian dengan rakusnya Anda melahap jenazah tersebut ! Selesai makan, sambil menepuk perut dan berkata,” Sungguh enak ! Benar-benar ayam yang bagus !” (Padahal ayam mati penuh bau bangkai). Demikian proses yang hampir sama dialami setiap hewan ternak. Dari semua inilah terwujud permusuhan dan dendam kesumat antara sesama makhluk hidup.

Peribahasa berkata : Semut pun mencintai hidupnya, takut pada kematian. Bagi semua makhluk, kehidupan itu sendiri adalah yang paling mulia ! Kehidupan adalah Satu Entitas. Mencakup semua manusia dan seluruh hewan. Martabat setiap kehidupan adalah sama agung derajatnya, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Hal yang paling tragis di dunia ini adalah perpisahan antara yang hidup dengan yang mati, dengan perasaan pilu dan duka yang mendalam, sama-sama dialami oleh manusia maupun hewan. Tatkala Kehidupan dipaksa menjalani pembantaian, sudah pasti terjadi berkobarnya bara dendam kesumat yang luar biasa, dengan jiwa penuh penasaran, ingin secepat mungkin membalaskan dendamnya, bahkan mungkin akan dilampiaskan dengan cara mengiris-iris dan mencincang musuh yang dulu telah membunuhnya. Sehingga dapat dipahami, bahwa diantara seluruh bentuk pembalasan karma individual dan karma kolektif, membunuh adalah wujud dendam kesumat yang paling mengerikan. Dalam aksara Mandarin 仇 (baca: chou) yang bermakna dendam, di dalam makna tersuratnya terdapat 9 orang. Makna tersiratnya : Sekali menanamkan benih karma pembunuhan, maka kelak akan terjadi saling membalas, saling melukai, saling menyiksa, saling membunuh, saling memakan, lahir-mati, mati-lahir, terus-menerus demikian tiada henti-hentinya. Syair Buddhis : Dendam saling berbalas, kapan berakhir? Hidup saling menjerat, kapan selesainya? Mulai sekarang, bervegetarianlah! Junjung semua kehidupan! Dengan demikian, kita barulah menjunjung Kehidupan diri kita sendiri. 🙂

Posted Maret 21, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized

Sepotong Daging menyebabkan Peperangan   Leave a comment

Giona Macy, Penulis Buku ” Musnahnya Harapan di Masa Nuklir dan Potensi Kekuatan Individu, mengatakan : Sesungguhnya, pola makan daging adalah kebiasaan umat manusia dalam bentuk yang paling ekstrim, yang telah meng-evolusi seluruh kehidupan di muka Bumi menjadi dunia pemicu api peperangan, dimana terus terjadi penimbunan energi kekecewaan, putus asa, kebencian dan dendam, sehingga suatu hari kelak, akumulasi energi yang membara itu akan meledak sebagai pertempuran perang. Dengan mengubah kebiasaan konsumsi yang keliru, dapat membuat kita bernafas dengan lebih leluasa dan nyaman, serta memulihkan rasa persaudaraan yang sangat akrab antara semua anggota Keluarga Semesta, sesama makhluk hidup. Master Zhou : Manusia menjadikan daging sebagai makanan pokok tiga kali sehari, tetapi daging itu adalah mayat dari hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, yang disembelih hidup-hidup. Setiap hari, di kala pagi, 6 milyar orang membunuh dan makan daging hewani, saat siang, 6 milyar orang kembali mengadakan pembantaian dan makan daging hewani, ketika malam, 6 milyar orang lagi-lagi mencabut nyawa dan makan daging hewani, dari zaman dulu hingga sekarang, umat manusia sehari 3 kali makan daging, inilah dosa Asal Umat Manusia. Juga merupakan dosa yang paling umum ! Dari anak usia 3 tahun hingga orang lanjut usian, semuanya makan daging. Demikianlah dalam satu hari saja, penduduk dunia telah menciptakan suatu kekuatan dosa-karma yang maha dahsyat ! Socrates ketika diminta melukiskan bencana alam apa yang kelak akan dihadapi oleh manusia setelah makan daging hewan, telah mengucapkan wahyu yang sangat akurat, yaitu berpengaruh buruk pada kesehatan dan menciptakan banyak perang dalam sejarah manusia. Medan perang adalah sebuah tempat yang amat mengerikan, tempat dimana ribuan orang mati mengenaskan, lalu dimanakah sesungguhnya medan perang yang terjadi setiap hari? Di dapur setiap rumah tangga ! Disitulah terjadi pembantaian brutal ! Akumulasi semua medan perang dari setiap rumah tangga pemakan daging, telah menciptakan medan perang skala besar bahkan internasional di dunia ini ! Oleh sebab itu, usaha menghentikan semua perang yang ada di muka Bumi ini, harus dimulai dengan menghentikan perang di setiap dapur rumah tangga. Di dapur Anda tiada perang, maka dunia pun bebas perang ! Maka, jadikanlah dapur rumah Anda sebagai dapur vegetarian (The Vegan Kitchen). Dapur vegetarian adalah dapur surga, dapur nirwana, dapur kasih universal, dapur sukacita semesta ! Selamatkan kehidupan ! Dimulai dari meja makan Anda !

Dalam sejarah peradaban umat manusia, masa periode yang bebas dari segala bentuk pertempuran perang, total waktu hanya 2 ratus hingga 3 ratus tahun saja. Tetapi, hanya dalam kurun waktu seratus tahun di abad-20 yang baru berlalu, dari Perang Dunia I dan perang Dunia II, serta pertempuran lokal / wilayah di negara-negara tertentu, yang berskala kecil, menengah hingga besar, total jumlah manusia yang tewas dari semua perang itu, jauh melebihi total jumlah korban sipil dan militer yang tewas akibat semua perang yang pernah terjadi dalam sejarah beberapa ribu tahun sebelumnya ! Dalam pertempuran di zaman lampau, senjata yang digunakan adalah berupa pedang, tembok atau panah, dengan menaiki kuda, yang dalam satu tempo hanya bisa melukai satu atau beberapa orang saja. Sedangkan dalam zaman modern ini, perang skala besar atau global, pertempuran demi pertempuran dilangsungkan dengan senjata mesin yang terus makin dipercanggih, dan dengan bahan peledak yang kian dahsyat, misalnya peluru kendali yang dibawa oleh jet tempur atau diluncurkan dari kapal induk / armada laut, yang dalam waktu hitungan detik, dapat membinasakan penduduk dengan jumlah tak terkira, bahkan mengakibatkan sebuah kota atau negara menjadi hancur-lebur. Kelak terakhir, bom nuklir, bom hidrogen, bom kimia, bom biologi, hingga perang binatang, dan sebagainya, akan menghancurkan semua peradaban manusia dan membinasakan seluruh Kehidupan di Bumi, Dunia kiamat. Apakah manusia pernah merenungkan, bahwa semua bentuk kekejaman dan penghancuran yang dialami oleh umat manusia, memiliki banyak kesamaan dengan nasib yang dialami oleh para hewan dalam agroindustri peternakan yang kian canggih, sadis dan gila? Pernahkan terpkir oleh kita, bahwa semua penderitaan di Bumi ini bersumber dari sepotong daging? Oleh sebab itu, mari, dimulai dari kita sekarang bervegetarian, agar Kedamaian terwujud di muka Bumi ! Dimulai dari kita sekarang mencintai semua kehidupan, lenyaplah segala bentuk kekejaman, sirnalah semua peperangan ! 🙂

Posted Maret 20, 2011 by Happy 24 Jam in Uncategorized