Puisi Kasih   Leave a comment

Hidup adalah rangkaian nafas ke nafas, hirupan dan hembusan nafasku, begitu menghirup nafas, udara segar memenuhi kalbu, bersama itulah kasih-Nya hadir dalam hidupku, wajar, alami, hening, terus-menerus. . . . . . . Dalam kewajaran ada kasih-Nya yang yang maha besar, dalam keheningan tersirat kasih-Nya yang maha lembut, dari saat ke saat kasih-Nya membuat aku terus hidup, Aku di hidupkan dengan kasih. Tentu . . . . . hidupku hanya untuk kasih. Kala surya rembulan datang silih berganti, kala hujan dan embun membasahi bumi, bunga semerbak, kupu-kupu riang menari. Pohon dan rumput menyapa lirih, lihat disana ada kasih, kasih memenuhi bumi. Gunung tegar, bukit menghijau. Mega berarak melalang jauh, telaga jernih bercahya kemilau, ikan menari, burung berkicau, Antarkan kasih, kasih untuk semua makhluk. Buka pintu, ayunkan langkah. Lihat dan tataplah dunia, kapan dan dimana pun engkau berada, rasakan kasih memenuhi semesta. Ternyata di dunia begitu indah karena kasih ada di dalamnya. Debur ombak memecah pantai, gelegar guntur menelan kesunyian, curah hujan derai berderai, sambaran petir, kilat menyilang. Ini panggilan kasih bertubi-tubi, memanggil kita untuk peduli menyadarkan kita untuk berpaling kembali ke dalam kasih. Penuhi diri dengan kasih, isi jiwa raga dengan kasih, ganti benci iri dengan kasih, tentu hidup akan berseri 🙂

Iklan

Posted November 7, 2010 by Happy 24 Jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: