Vitamin   Leave a comment

Secara umum, makanan adalah bahan bakar untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan sebagai bahan pembangun bagi pertumbuhan, akan tetapi tidak demikian halnya dengan vitamin. Sungguhpun vitamin bukan sebagai bahan bakar dan zat pembangun, namun vitamin adalah zat gizi yang penting, karena tanpa bantuannya, maka makanan yang dimakan tidak dapat dimanfaatkan secara baik oleh tubuh. Seperti protein, lemak, dan karbohidrat, vitamin adalah suatu persenyawaan organi, dimana biasanya tergantung pada jumlah atom karbon yang dikandungnya. Vitamin terdapat dalam makanan, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan ketiga zat gizi makro, dan berbeda-beda komposisinya dalam makanan. Peranan vitamin sangat penting bagi kekebalan tubuh dan pertumbuhan. Sumbernya terdapat banyak dalam sayur-mayur, buah-buahan, telur, dan produk susu. Para ahli mengidentifikasi jumlah vitamin yang ada sampai pada angka kurang dari 120 jenis, seperti A, B1, B2, B6, B7, B12, C, D, D3, E, K, dan lain-lain. Vitamin yang telah dimakan, kebanyakan bergabung dengan enzim yang dibentuk dari protein oleh tubuh. Sesudah itu vitamin dan enzim bekerja sama untuk membantu protein, lemak, dan karbohidrat yang telah dicerna agar dapat diserap melalui dinding usus dan diangkut ke jaringan-jaringan seluruh tubuh, yang pada akhirnya dipergunakan sebagai bahan bakar atau zat pembangun jaringan baru. Para dokter memperingatkan bahwa apabila dalam makanan terdapat kekurangan vitamin yang walaupun hanya sedemikian kecil jumlahnya, maka akan menyebabkan sakit atau lebih parah lagi kematian.

Adalah sangat baik jika semua keperluan akan vitamin dapat dipenuhi oleh kaum vegetaris dari makanan nabati, dan yang tidak dapat diperoleh dari makanan nabati, kecuali tempe yang banyak mengandung vitamin B12, dapat dipenuhi dari susu dan telur. Tetapi bagi kaum Vegan, kemungkinan dapat terjadi kekurangan vitamin B12, dan juga agak sulit untuk memperoleh vitamin B2 dan vitamin D yang cukup. Sesungguhnya kebutuhan akan vitamin-vitamin sangat sedikit dibanding dengan protein dan karbohidrat, namun peranannya sangat penting. Tanpa vitamin niscaya segala gizi makanan tidak dapat dimanfaatkan dan manusia tidak dapat bertahan hidup. Vitamin B12 merupakan vitamin yang paling serius diperhatikan oleh vegetaris, karena jumlahnya sangat sedikit terdapat dalam makanan nabati, terkecuali tempe, susu dan telur, atau pil vitamin B12. Vitamin ini juga dapat disintesa oleh makro-organisme dalam usus yang jauh dari tempat penyerapan. Vitamin B2 sangat sedikit diperoleh Vegan, tetapi Lacto vegetaris dan Lacto ovo vegetaris mudah memperolehnya. Vitamin B1, B6, Kolin, Inositol, Biotin, PABA, B13 dan B15 mudah diperoleh vegetaris dari jenis kacang-kacangan, terutama dari kacang kedelai. Folasin dan Vitamin C terdapat dalam hampir semua jenis makanan vegetarian. Vitamin A dapat diperoleh vegetaris dalam bentuk provitamin A yang disebut Karoten, yang banyak terdapat dalam sayur-mayur. Lacto vegetaris dan Lacto ovo vegetaris juga dapat memperolehnya dari susu dan telur. Vitamin D dapat diperoleh vegetaris dengan cara setiap hari secara teratur mendapatkan sinar matahari pagi kira-kira 20-30 menit, supaya tubuh dapat mensintesa vitamin D. Vitamin ini jarang terdapat dalam makanan nabati, terdapat pada margarin dan jamur tertentu. Vitamin E, P, dan K terdapat banyak dalam makanan dan vitamin ini juga dapat disintesa oleh mikro-organisme dalam usus. 🙂

Iklan

Posted November 10, 2010 by Happy 24 Jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: